MPR Minta Sri Mulyani Dipecat, Kornas Jokowi: Rakyat Harus Diprioritaskan, Jangan Minta Enaknya Aja
Sebab, menurut Ketua Umum Kornas-Jokowi Abdul Havid Permana, permintaan tersebut kental muatan politis.
WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Relawan menilai pernyataan Wakil Ketua MPR Fadel Muhammad yang meminta Presiden Jokowi mencopot Menteri Keuangan Sri Mulyani, tidak memiliki alasan mendasar.
Sebab, menurut Ketua Umum Kornas-Jokowi Abdul Havid Permana, permintaan tersebut kental muatan politis.
“Kami mensinyalir permintaan pencopotan Sri Mulyani oleh Fadel Muhammad syarat dan kental dengan muatan politis."
Baca juga: Zona Kuning Covid-19 di Indonesia Terus Menyusut Menjadi 461 Daerah, Merah dan Oranye Masih Nihil
"Jadi saya kira tidak usah terlalu jauh mengintervensi Presiden, apalagi itu hak prerogatif Presiden,” kata pria yang akrab disapa Havid ini kepada Tribunnews, Kamis (2/12/2021).
Selain itu, kata Havid, permintaan tersebut sangat menggelitik, lantaran hanya masalah anggaran yang tidak dinaikkan dan ketidakhadiran Sri Mulyani saat diundang MPR.
“Kalau masalah anggaran turun atau tidak dinaikkan untuk MPR RI, wajar saja, kondisi sekarang saat ini negara sedang perang dengan virus corona,” tutur Havid.
Baca juga: Antispasi Varian Omicron Masuk Indonesia, Jokowi Larang Pejabat Negara ke Luar Negeri
Oleh karena itu, sambungnya, jangan mentang-mentang lembaga tertinggi negara, harus diistimewakan.
“Kalau kita bicara keistimewaan, rakyatlah yang harus diprioritaskan hak keistimewaannya."
"Jadi jangan minta enaknya aja,” ucap Havid.
Baca juga: Tes PCR Masih Bisa Deteksi Varian Omicron Meski Tak Mampu Pantau Gen S
Sebelumnya, MPR meminta Presiden Jokowi memecat Menteri Keuangan Sri Mulyani.
Wakil Ketua MPR Fadel Muhammad mengucapkan hal ini, lantaran pihaknya kecewa dengan kinerja dan sikap yang dilakukan Sri Mulyani selama di kabinet.
"Kita minta Presiden memberhentikan dan mencopot Menteri Keuangan, karena tidak etik dan tidak cakap dalam kinerjanya," ucap Fadel saat konferensi pers di Nusantara III, Lantai 9, Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (30/11/2021).
Baca juga: Surati DPR, KPU Minta Jadwal Pemilu Dibahas pada 7 Desember 2021 Atau Sebelum Reses
Menurut Fadel, selama ini Sri Mulyani dianggap sangat meremehkan dan menyepelekan MPR sebagai lembaga negara.
Hal itu terlihat dari sikap Sri Mulyani yang beberapa kali membatalkan rapat meski sudah dijanjikan sejak lama.
"Kita komunikasi sudah beberapa bulan yang lalu sekitar tiga bulan, tapi dia enggak anggap kita. Ini seperti menyepelekan sekali," nilai Fadel.
Baca juga: Diundang Rapat Tak Pernah Hadir, Pimpinan MPR Tegur Menteri Keuangan Sri Mulyani
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20170602-fadel-muhammad_20170602_211331.jpg)