lifestyle

Metode Sunat Semakin Berkembang, Teknik bius tidak Gunakan Jarum Suntik

Tradisi sunat sudah dilakukan sejak lama dengan beragam metode yang berbeda.

Shutterstock
Ilustrasi 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Tradisi sunat sudah dilakukan sejak lama dengan beragam metode yang berbeda.

Di Indonesia juga banyak dikenal metode sunat secara tradisional. 

Salah satu yang membedakan sunat secara modern dan tradisional adalah cara menghilangkan kesakitan ketika dilakukan sunat.

Sunat tradisional masih menggunakan cara-cara tradisional untuk menghilangkan cara sakit, dari hanya disuruh berendam di sungai hingga dilakukan sunat secara cepat dengan buluh bambu yang diharapkan rasa sakit juga bisa dirasakan cepat atau tidak lama. 

Baca juga: Sunat Harus dilakukan oleh Tenaga Terlatih untuk Hindari Cedera, Kenali Cedera yang bisa Terjadi

Baca juga: Kapan Sebaiknya Anak disunat? Ini Saran Ahli

Tentu saja di kota besar, sunat secara tradisional sudah ditinggalkan, mengingat cara-cara menghilangkan sakit tetap terasa sakit.

Sunat modern menggunakan anastesi lokal. Namun cara anastesi juga sudah berkembang seiring dengan berkembangnya metode sunat yang digunakan. 

Anastesi lokal yang digunakan kebanyakan masih  menggunakan jarum.

Saat jarum disuntikan juga bisa membuat rasa sakit. 

Baca juga: Kematian Manusia Akibat rabies, 99 Persen ditularkan dari Anjing

Sunat atau sirkumisi adalah tindakan medis untuk membuang sebagian atau seluruh kulup (prepusium) dengan tujuan tertentu.

Sebuah studi dari Saudi Urological Association, mengungkapkan bahwa sekitar 30 persen laki-laki di dunia dan 35 persen laki-laki di negara berkembang telah disunat.

Belakangan sunat dengan metode laser semakin diminati dan dipilih sebagai metode sunat dengan proses yang lebih singkat.

Namun demikian, sebenarnya metode ini memiliki berbagai risiko yang berbahaya bagi kesehatan.

Baca juga: Atur Asupan Gula dan Gizi Anak Sejak Dini Sesuai dengan kebutuhannya

Dikutip dari study Altokhais TI. Electrosurgery use in circumcision in children, apa yang dianggap sebagai sunat laser tidak menggunakan energi cahaya namun menggunakan energi panas dengan menggunakan alat elektrokauter untuk memotong jaringan, koagulasi dan diseksi.

"Anggapan masyarakat tentang sunat laser menggunakan energi cahaya ternyata tidaklah tepat.sunat laser sebenarnya menggunakan energi panas dengan alat elektrokauter untuk memotong jaringan, koagulasi, dan diseksi,” ungkap dr. Asrul Muhadi, Sp.B Dokter Spesialis Bedah dalam webinar bertajuk Sunat Aman dengan Metode Modern yang diselenggarakan Ikatan Dokter Indonesia dan Rumah Sunat dr. Mahdian belum lama ini.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved