Edukasi Kesehatan

Kapan Sebaiknya Anak disunat? Ini Saran Ahli

Orangtua memegang peranan penting ketika memutuskan kapan anak disunat.

Line.17QQ.com
Ilustrasi sunat laser. Pria dewasa melakukan sunat untuk menjaga kesehatan alat vitalnya. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Orangtua memegang peranan penting ketika memutuskan kapan anak disunat.

Ada banyak pendapat tentang kapan sebaiknya anak disunat.

Sebagian menyatakan saat bayi saja, ada juga yang menunggu agak besar.

masalah ini bahkan bisa menimbulkan  perdebatan suami dan istri ketika memutuskan kapan waktu yang tepat anaknya akan disunat.

Dalam talkshow yang diselenggarakan Wartakotalive dan Tribun Network, Kamis (21/10/2021) ada penanya mengaku bingung ketika memutuskan kapan anaknya disunat. Anaknya kini berusia 1,5 tahun.

Baca juga: VIDEO Sunat Pada Pria Ternyata Tidak Pengaruh ke Kepuasan Pasangan di Ranjang, Simak Selengkapnya

Baca juga: Edukasi : Khitan Berpengaruh pada Kesehatan, Apakah juga pada Kepuasan Hubungan Seks?

Istrinya berkeyakinan semakin kecil usia anak disunat semakin baik. Sementara sang suami ragu, karena ada yang berpendapat sebaiknya menjelang usia 12 tahun.  

Medical Sexologist dr. Binsar Martin Sinaga FIAS mengatakan anak disunat bisa juga dilihat kondisinya. Ada yang harus segera dilakukan  karena menimbulkan kesakitan dan penyakit, ada yang bisa menunggu.

Ketika ada bayi dengan kondisi fimosis harus segera disunat untuk menghindari terjadinya infeksi.

Fimosis merupakan kondisi penyempitan dari ujung kulit depan penis atau bagian kulup tak bisa ditarik ke belakang.

Kondisi ini menyebabkan bagian kulit penis mudah kotor dan akhirnya terjadi infeksi saluran kemih.

dr. Binsar Martin Sinagar FIAS
dr. Binsar Martin Sinaga, FIAS dalam talkhshow Apa Sih Manfaat Sunat Bagi Kaum Pria?

Kondisi lainnya adalah terjadinya testis tidak turun (kriptokidisme), walaupun kondisi ini jarang terjadi. Kalau pun terjadi biasanya pada bayi prematur.

Dokter Binsar berpendapat bila anak laki-laki tidak dalam kondisi fimosis atau testis tidak turun, atau tidak ada penyakit yang mengharuskan segera disunat, sebaiknya menunggu anak lebih besar dulu.

Ia beralasan banyaknya kasus mikropenis (penis yang kecil) saat ini.  Peluang keberhasilan untuk pengobatan mikropenis lebih besar jika didiagnosa pada masa bayi. Ketika sudah diperbaiki mikropenisnya, barulah si anak disunat.

“Usia terbaik diatas 6 tahun sampai 10 tahun. Tapi jangan usia 1,5 tahun,” jelas dr. Binsar.

Baca juga: 3 Penyebab Rasa Nyeri saat Berhubungan Intim, Ini Solusinya Menurut dr Binsar Martin Sinaga FIAS

Baca juga: Hati-hati Pria dengan Perut yang Buncit, Tanda Hormon Testosteron Turun. Gairah seks Ikut turun

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved