Minggu, 26 April 2026

Edukasi Kesehatan

Kapan Sebaiknya Anak disunat? Ini Saran Ahli

Orangtua memegang peranan penting ketika memutuskan kapan anak disunat.

Penulis: LilisSetyaningsih | Editor: LilisSetyaningsih
Line.17QQ.com
Ilustrasi sunat laser. Pria dewasa melakukan sunat untuk menjaga kesehatan alat vitalnya. 

Smega yang dibiarkan akan menyebabkan gatal, kemerahan, dan juga bengkak pada kepala penis.

Baca juga: Jangan Marah Dulu, bila Pasangan Mulai Ogah-ogahan Diajak Aktivitas Seksual, Cari Penyebabnya

Kesehatan iya, Kualitas Ereksi Tidak

Khitan sangat berpengaruh di kesehatan, namun bila pria perhatian terhadap kesehatan di sekitar penis, risiko kesehatan yang berhubungan dengan kebersihan di sekitar penis bisa dihilangkan.

Sementara khitan tidak berhubungan dengan kualitas ereksi. Khitan tidak mempengaruhi kualitas seksual, dan tetap sama memuaskan pasangannya.

 “Khitan bila dihubungkan dengan kualitas seksual tidak ada hubungannya. Tidak berpengaruh terhadap ereksi, kualitas hubungan seksual, dan memuaskan pasangan wanita,” ujarnya.

Tiga hal menjadi dasar pertanyaan yang perlu dijawab secara ilmiah.

Dari hasil symposium andrologi dan seksual dan penelitian di seluruh dunia, disimpulkan ternyata tidak ada hubungannya antara sunat dengan kualitas ereksi, pemuasan pasangan dan kualitas seksual.

“Kualitas ereksi tetap memegang peranan kunci dan peran penting dalam kehidupan seksual pria,” katanya. Dalam hal ini adalah kekerasan atau kekakuan ereksi.

Baca juga: Menopause Pada Wanita Bukan Penghalang Untuk Mencapai Orgasme 

Dokter Binsar mengatakan, selain kekerasan ereksi, yang menentukan kualitas hubungan seksual pada pria adalah kadar hormon testosteron, dan kesehatan pada pria. Hormon testosteron berhubungan dengan libido atau gairah seksual.

Pada pria yang kesehatannya menurun, memiliki hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, akan menyebabkan gangguan pembuluh darah.

Termasuk pembuluh darah di sekitar penis. Akibatnya akan menyebabkan kekerasan ereksi juga terganggu.

Bila tidak diobati akan menyebabkan tidak terjadi kekerasan ereksi.

Ereksi adalah reaksi  pada  kepala penis (gland) akibat rangsangan yang diterima baik penglihatan, penciuman, dan sentuhan. Kondisi ini terjadi karena pada kepala penis memiliki banyak sel saraf.

Seperti diketahui ada 4 derajat kekerasan ereksi,  yakni tipe 1 seperti tape, tipe 2 seperti pisang, tipe 3 seperti sosis, dan tipe 4 seperti timun.

Pada ereksi derajat  1 dan 2 penetrasi sulit dilakukan apalagi memuaskan pasangan. Derajat 3 sudah dapat penetrasi, namun kepuasan belum tentu didapat. Kepuasan  maksimal didapat pada derajat nomor 4 yang keras dan kaku seperti timun.

Sumber: WartaKota
Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved