Kesehatan
Risiko Pasien Penyakit Ginjal Kronik Berpotensi Tinggi Terkena Hepatitis
Kegiatan cuci darah pada pasien gagal ginjal kronik rentan terkena penyakit, salah satunya hepatitis.
Penulis: LilisSetyaningsih |
Semua pasien baru pertama kali hemodialisis (HD), atau pindah dari unit HD lain lakukan tes HBs Ag, anti HCV, anti HIV yang pemeriksaan diulang tiap 6 bulan.
Baca juga: Hipertensi dan Diabetes Jadi Faktor Utama Terjadinya Gagal Ginjal
Baca juga: 80 Persen Masyarakat Lebih Pilih Metode Hemodialisa dalam Pengobatan Gagal Ginjal
Begitu juga tenaga kesehatan yang melayani pasien HD dilakukan skrining serupa setiap 6 bulan sekali.
Selain itu, dilakukan kewaspadaan universal pengontrolan infeksi, di antaranya menjaga higiene tangan, alat medis terpisah antarpasien.
Penyiapan obat di ruang khusus, penggunaan tangan sekali pakai, manajemen limbah. Setelah tindakan HD lakukan desifektan.
Vaksinasi hepatitis B, idealnya sebelum memerlukan dialisis, sehingga respon antibodi lebih baik.
Vaksin hepatitis B dilakukan 3 kali. Vaksin pertama kedua berjarak satu bulan, vaksin ketiga setelah 6 bulan.
Pasien HD memiliki respon terhadap vaksinasi hepatitis B yang lebih rendah karena kemampuan membentuk antibodi turun.
"Antibodi sering tidak bertahan lama dan cepat menurun sehingga memerlukan booster," ujar Irsan pada kesempatan sama.
Baca juga: TEMUAN Terbaru Virus Corona Menular dari Manusia ke Manusia,Bisa Sebabkan Gagal Ginjal dan Mematikan
Baca juga: Amankah Penderita Hepatitis Virus Kronik Menikah dan Tidak Menulari Pasangannya? Ini Jawabnya
Dr Azhar Jaya SKM MARS Sekretaris Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan mengatakan, penyakit PGK angkanya semakin lama semakin tinggi.
Oleh karena itu, tindakan preventif perlu dilakukan sehingga tidak menjadi parah dan melakukan cuci darah.
Banyak upaya preventif menjadi tugas bersama, agar bisa mengurangi kenaikan kasus gagal ginjal.
Pemerintah selalu berupaya memberikan pelayanan bagi pasien cuci darah.
Saat ini anggaran peenyakit gagal ginjal harus didiskusikan lebih lanjut dengan parlemen.
Kementerian Kesehatan siap bekerjasama dengan organisasi profesi dalam memberikan pengobatan kepada pasien PGK.
Salah satunya usulan penggunaan Erythropoietin (EPO) dengan memerhatikan standar terapi yang sudah ada.
Baca juga: Komunitas Pasien Cuci Darah segera Ajukan Uji Materi Perpres Iuran BPJS Naik yang Diteken Jokowi
Baca juga: Pasien Cuci Darah Peserta BPJS Tak Perlu Kasih Surat Rujukan Lagi, Cukup Rekam Sidik Jari
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/hemodialisis1128.jpg)