Breaking News:

Berita Nasional

3 Poin Menohok Benny K Harman Tanggapi Pernyataan Mahfud MD tentang Perilaku Koruptif

Tindakan korupsi, kata Mahfud, dibangun oleh proses-proses yang secara demokratis benar, tapi substansinya salah.

Tribunnews.com
Benny K Harman 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA-- Anggota DPR RI dari Partai Demokrat Benny K Harman menyoroti pernyataan dari Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan, Mahfud MD di sebuah pemberitaan yang meminta agar masyarakat tidak sepenuhnya kecewa dengan perilaku koruptif di era pemerintahan saat ini.

Sebab, Menurut Mahfud MD dalam pemberitaan itu, ada kemajuan dari waktu ke waktu yang terus dilakukan pemerintah. 

"Tentu kehidupan demokrasi kita harus terus diperbaiki, tapi kemajuan yang sudah dicapai juga tak boleh dinafikan," kata Mahfud MD.

Baca juga: Adukan Anies ke Mahfud MD, Isi Surat Ferdinand Jadi Bahan Tertawaan, Geisz Chalifah: Malu-maluin

Baca juga: Angka Literasi Naik Pesat, Anies Baswedan Akan Wujudkan Jakarta Jadi Kota Buku Dunia

Mahfud MD lalu menjelaskan angka kemiskinan di beberapa periode kepemimpinan.

Di era Presiden Soekarno, tingkat kemiskinan terus ditekan dari yang awalnya sangat tinggi, hingga mencapai 11,9 persen pada akhir era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Sedangkan di era pertama pemerintahan Presiden Joko Widodo, angka ini terus ditekan hingga 9,1 persen. Masuk ke periode kedua Jokowi, Mahfud menyebut tingkat kemiskinan kembali naik ke 9,7 akibat pandemi Covid-19 yang menyerang sejak tahun lalu.

"Artinya ada kemajuan meski banyak korupsinya. Indonesia ini kaya raya. Meski jika dikelola secara koruptif, itu manfaatnya tetap banyak oleh rakyat. Apalagi jika dikelolanya nanti secara bersih dari korupsi," ujar Mahfud.

Meski demikian, dalam disertasinya, ia mengatakan baik buruknya hukum itu tergantung pada demokrasinya.
Jika demokrasinya berjalan baik, maka hukum akan baik. Kalau demokrasinya buruk, maka hukum juga akan buruk.

"Konfigurasi politik demokratis tampil, hukum akan menjadi responsif. Tapi konfigurasi politik tampil secara otortier dan hegemonik, maka hukum akan tampil sangat-sangat konservatif," kata Mahfud.

Adapun tindakan korupsi, kata Mahfud, dibangun oleh proses-proses yang secara demokratis benar, tapi substansinya salah.

Baca juga: Akun Lembaga Dakwah PBNU Dicibir Usai Memprotes Polisi yang Undang Ustaz Khalid Basalamah

Baca juga: Kerumunan di Pusat Perbelanjaan, Mardani Singgung Imbauan Sri Mulyani Agar Masyarakat Beli Baju Baru

"Kasus-kasus yang kadang kala merugikan tujuan negara itu, ditempuh secara demokrasi melalui proses-proses demokrasi," tandas Mahfud Md dilansir dari Tempo.

Halaman
123
Editor: Feryanto Hadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved