Berita Jakarta

Angka Literasi Naik Pesat, Anies Baswedan Akan Wujudkan Jakarta Jadi Kota Buku Dunia

Beberapa tahun belakangan ini Jakarta mengalami kenaikan literasi warga karena adanya dukungan dari program utama Pemprov DKI Jakarta.

Editor: Feryanto Hadi
infopublik.id
Ilustrasi: Gubernur Anies Baswedan hadir dalam launching Buku Potret Jakarta 2020 lewat zoom pada Minggu (31/1/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA-- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengikuti pencalonan sebagai UNESCO World Book City (WBC) atau UNESCO Kota Buku Dunia pada 2023 seiring dengan kenaikan literasi warga.

Proposal pencalonan ini telah dikirimkan kepada UNESCO pada 15 April 2021.

Untuk pencalonan ini, Jakarta mengusung tagline Eja.kar.ta Everybody’s Reading.

Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan, menjelaskan beberapa tahun belakangan ini Jakarta mengalami kenaikan literasi warga karena adanya dukungan dari program utama Pemprov DKI Jakarta.

Baca juga: Literasi Mampu Ciptakan Manusia yang Berdaya Saing

Baca juga: Perempuan Berperan Dalam Tumbuhkembangkan Budaya Literasi, Khususnya dalam Lingkungan Keluarga

Hingga 2020, tercatat 19 persen penerbit di Indonesia berada di Jakarta dan telah mendaftarkan 14.906 ISBN.

Jakarta juga berkontribusi pada 25 persen koleksi digital nasional. Angka ini cukup signifikan dalam menempatkan Indonesia sebagai negara paling produktif dalam industri penerbitan di Asia Tenggara pada 2019.

Dalam kegiatan literasi, Jakarta juga menjadi tempat penyelenggaraan sejumlah acara seperti Indonesia International Book Fair (IIBF), Jakarta International Literary Festival (JILF), dan Jakarta Content Week (Jaktent).

"Kami juga mendirikan di banyak lokasi dan titik di ruang publik yang menyediakan buku bagi warga, yang bisa dibaca di tempat. Ini sesuai dengan tema yang kami ajukan, Everybody’s Reading. Ini adalah bagian dari ikhtiar kita bersama untuk menghadirkan Jakarta sebagai Kota Buku Dunia," ujar Gubernur Anies, seperti dikutip dari Siaran Pers PPID Provinsi DKI Jakarta, Sabtu (1/5).

Baca juga: Rasio Buku dan Jumlah Penduduk Rendah, Literasi Harus Ditransformasikan melalui Kegiatan Produktif

Gubernur Anies juga menjelaskan, semangat Pemprov DKI Jakarta mengikuti pencalonan ini tak lepas dari sejarah bangsa Indonesia.

Gubernur Anies menerangkan, Indonesia ini dibangun melalui perjuangan dan dengan imajinasi. Imajinasi tentang sebuah negara merdeka, negara yang melindungi warganya, yang mempersatukan semua komponen bangsa, dan menyelenggarakan keadilan sosial. Imajinasi itu kemudian diwujudkan oleh para pendiri bangsa ke dalam janji kemerdekaan.

"Imajinasi itu dibangun melalui kata, melalui kalimat. Disebarkan melalui buku, majalah, koran, media massa. Apalagi di Jakarta ini, di kota ini penerbit buku pertama berdiri dan menjadi tempat perhelatan diskusi-diskusi besar kebangsaan," ungkap Gubernur Anies.

Baca juga: Literasi Punya Peran Penting Tingkatkan Indeks Pembangunan Manusia

"Di sini juga kemerdekaan Indonesia berkumandang. Jakarta adalah tempat penyemaian yang baik bagi kemerdekaan Indonesia yang dari imajinasi," imbuh Anies.

Anies menegaskan, berdasarkan aspek sejarah dan keterkaitannya dengan literasi dan perbukuan ini, Jakarta mengajukan diri menjadi Kota Buku Dunia dan juga akan mengajukan proposal sebagai Kota Sastra.

"Jakarta sangat siap untuk menyambut keduanya," ungkapnya

Pengajuan proposal ini dilakukan oleh Komite Jakarta Kota Buku yang dibentuk oleh Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan, melalui Keputusan Gubernur Nomor 742 Tahun 2020.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved