Breaking News:

Kriminalitas

INI DIA Pelaku yang Suka Kirim SMS Menang Undian, Korbannya Banyak, Sebulan Mampu Raup Rp200 Juta

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan para pelaku menyasar korbannya secara random.

Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Konferensi pers ungkap kasus penipuan dengan iming-iming promo undian berhadiah, di Mapolda Metro Jaya, Senin (1/3/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, SEMANGGI--Subdit 3 Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya membekuk dua pelaku penipuan dengan modus promo undian berhadiah ke para korbannya.

Kedua pelaku yakni U (37) alias Undru dan HS (29) alias Sandi.

Keduanya dibekuk di Perumahan Royal Living di Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Pondok Jaya, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, pada 20 Februari 2021 lalu 

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan para pelaku menyasar korbannya secara random.

Mengenal Si Kembar Royal Enfield Continental GT dan Interceptor INT 650

Sempat Ditolak, Indro Warkop Akhirnya Jalani Vaksinasi di Menteng Bersama Para Lansia

"Dengan sejumlah modem dan alat khusus, mereka melayangkan SMS atau pesan singkat ke calon korban secara random. Isi pesan singkatnya menyatakan bahwa calon korban mendapat hadiah undian," kata Yusri di Mapolda Metro Jaya, Senin (1/3/2021).

Dalam pesan singkat itu, tambah Yusri, calon korban akan diminta membuka aplikasi tertentu untuk mengklaim hadiah ratusan juta rupiah.

"Awalnya korban yang percaya akan diminta menyetorkan uang Rp 300 ribu ke nomor rekening pelaku. Setelah itu, akan berproses dan korban akan diminta menyetor uang lagi hingga jutaan rupiah," paparnya.

Baca juga: Berawal Saling Ejek di Medsos, Tiga Pemuda Janjian Duel di Duren Sawit, Satu Tewas Terluka Parah

Konferensi pers ungkap kasus penipuan dengan iming-iming promo undian berhadiah, di Mapolda Metro Jaya, Senin (1/3/2020).
Konferensi pers ungkap kasus penipuan dengan iming-iming promo undian berhadiah, di Mapolda Metro Jaya, Senin (1/3/2020). (Warta Kota/Budi Sam Law Malau)

Yusri mengatakan para pelaku menyiapkan sekitar 20 nomor rekening, dengan nama berbeda untuk menampung uang hasil penipuan dari para korban.

Hal ini katanya dilalukan untuk menghindari pelacakan dari korban yang menyadari telah tertipu.

 "Mereka mengaku mendapatkan 20 nomor rekening berbeda itu dengan membeli. Ini masih kami dalami, apakah pengakuan mereka benar dan seperti apa cara membelinya," ujar Yusri.

Halaman
12
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Feryanto Hadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved