Omnibus Law

Salah Ketik UU Cipta Kerja, Arteria Dahlan: Jangan-jangan Ada Motif Memperkeruh, Harus Diusut Tuntas

Arteria menambahkan, draf UU Ciptaker yang diberikan oleh Baleg DPR kepada pemerintah sudah rapi.

Editor: Yaspen Martinus
jdih.setneg.go.id
Halaman muka salinan UU 11/2020 tentang Cipta Kerja. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR Fraksi PDIP Arteria Dahlan mengatakan, pihaknya mempertanyakan pemerintah, terkait kesalahan teknis dalam UU Cipta Kerja.

Sebab, terdapat kejanggalan pada UU yang sudah diteken Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu.

Misalnya, pasal 6 disebutkan “pasal 5 ayat 1 huruf a” namun dalam pasal 5 tidak memiliki turunan ayat dan huruf.

Baca juga: Jokowi Bakal Anugerahi Bintang Mahaputera kepada Gatot Nurmantyo, Ini Alasannya

"Saya juga bingung ya, yang kita hadirkan, yang teman-teman, yang kami periksa hasil dari Fraksi PDIP di Timus Timsin itu kan enggak ada yang begitu lagi."

"Tapi setelah diutak-atik dan disempurnakan kembali ternyata kok kembali lagi Tim ini," kata Arteria kepada wartawan, Rabu (4/11/2020).

"Ini lagi saya tanyakan ke pihak pemerintah," imbuhnya.

Baca juga: Peringatan Dini Cuaca Jabodetabek 3 November 2020: Cileungsi Hingga Jatiuwung Hujan Sedang-Lebat

Arteria menambahkan, draf UU Ciptaker yang diberikan oleh Baleg DPR kepada pemerintah sudah rapi.

Atas dasar itu, ia menduga jika UU itu masih didapati kesalahan, maka ada sesuatu yang harus diusut.

"Iya karena dari DPR draf-nya sudah rapi, pertama poinnya itu."

Baca juga: Mangkir Dipanggil Bareskrim, Ketua Eksekutif KAMI Ahmad Yani Utus Belasan Kuasa Hukumnya

"Yang kedua, kita juga sudah mencermati dengan detail, masa pada lembar pertama bagian pertama saja sudah keliru, enggak masuk akal."

"Saya curiga jangan-jangan ada motif memperkeruh ini, diusut tuntas, ini urusan serius."

"Kita menyarankan itu nanti disisir lagi lah. Kalau pemerintah, temen-temen enggak sanggup, disisir lagi oleh Baleg DPR, biar Baleg menyempurnakan," tuturnya.

Baca juga: UPDATE Kasus Covid-19 Indonesia 3 November 2020: Pasien Positif Jadi 418.375 Usai Tambah 2.973 Orang

Terkait lembar negara, dalam hal ini UU masih didapati kesalahan dan tidak bisa diubah, Arteria menyebut asas prinsip kemanfaatan untuk menyempurnakan UU mesti dilakukan.

"Bukan boleh, ini kan UU ini ada namanya atas asas prinsip kemanfaatan, dan harus sempurna."

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved