Breaking News:

Omnibus Law

Setelah Demonstrasi Anarkis, Para Pelajar Admin Grup WA Jaktim Omnibuslaw Keluar dan Hapus Chat

Kesemuanya dibekuk di sejumlah wilayah, yakni di Bekasi, Jakarta, dan Depok, pada 16, 17, dan 22 Oktober lalu.

Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Yaspen Martinus
WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN
Pengunjuk rasa terlibat bentrok dengan polisi di Jalan Medan Medeka Barat, saat berusaha memasuki kawasan Istana Negara, Jakarta, Kamis (8/10/2020). Aksi unjuk rasa menolak Undang-undang Cipta Kerja terjadi di berbagai daerah di Indonesia, termasuk Ibu Kota Jakarta. 

WARTAKOTALIVE, SEMANGGI - Polda Metro Jaya kembali membekuk 10 pemuda sebagai tersangka penggerak para pelajar SMK dan kelompok anarko melalui media sosial, untuk melakukan kerusuhan dalam demonstrasi menolak UU Omnibus Law di Jakarta.

Ke-10 orang yang semuanya siswa SMK ini menghasut, memprovokasi, dan mengajak pelajar lainnya melakukan demonstrasi rusuh melalui akun Facebook, Instagram, dan WhatsApp Grup (WAG).

Dari ke-10 orang ini, dua orang merupakan hasil pengembangan dari dibekuknya 3 siswa SMK yang menggerakkkan para pelajar melalui akun Facebook dan Instagram sebelumnya, yakni MLAI (16), WH (16), dan FN (17).

Baca juga: Ini Alasan Polisi Tolak Rekonstruksi Terbuka Kasus Kebakaran Gedung Kejaksaan Agung

MLAI alias MI dan WH adalah pembuat dan admin akun Facebook 'Grup STM sejabodetabek'.

Sedangkan FN adalah admin dan pembuat akun Instagram @panjang.umur.perlawanan.

Dua orang yang dibekuk terkait ketiganya adalah GAS (16) dan JF (17).

Baca juga: Polisi Belum Butuh Keterangan Ahmad Yani Sebagai Saksi Kasus Ujaran Kebencian, Pemeriksaan Ditunda

"Untuk GAS ini perannya juga sebagai admin akun Facebook Grup STM Sejabodetabek."

"Sementara JF adalah sebagai pembuat atau kreator akun Facebook Grup STM
Sejabodetabek," ungkap Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana di Mapolda Metro Jaya, Selasa (27/10/2020).

GAS, lanjutnya, dibekuk pada Kamis 22 Oktober 2020 di Stasiun Kereta Api Klender, Jakarta Timur.

Baca juga: Upah Minimum 2021 Tak Naik, Presiden KSPI Nilai Menaker Tak Sensitif Terhadap Nasib Buruh

Sedangkan JF dibekuk pada Sabtu 24 Oktober 2020 di Jalan Bulak Timur 1, Klender, Jakarta Timur.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved