Breaking News:

Begini Modus Panti Pijat Plus-plus di Kelapa Gading Tetap Beroperasi Selama PSBB

Pengelola mempunyai trik khusus agar tetap beroperasi meski dilarang terkait pencegahan penyebaran Covid-19.

Penulis: Junianto Hamonangan | Editor: Mohamad Yusuf
TRIBUNNEWS
Ilustrasi Panti Pijat Plus-plus 

WARTAKOTALIVE.COM, KELAPAGADING - Sebuah panti pijat plus-plus di sebuah ruko di kawasan Kelapa Gading Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara, digerebek aparat karena masih beroperasi saat penerapan kembali PSBB di DKI Jakarta.

Wakapolres Metro Jakarta Utara AKBP Aries Andhi mengatakan pengelola mempunyai trik khusus agar tetap beroperasi meski dilarang terkait pencegahan penyebaran Covid-19.

 Rahayu Saraswati, Bakal Calon Wakil Wali Kota Tangsel Setuju jika Pilkada 2020 Ditunda

 Permenhub Atur Pesepeda Pakai Sepatbor dan Helm, ini Penjelasan Kemenhub

 Dari Ratusan Gedung Pencakar Langit di Jakarta,hanya Lima Bangunan ini yang Berkonsep Green Building

Tersangka DD (46) yang merupakan supervisor panti pijat plus-plus itu, menyimpan kontak para pelanggan tetap yang rutin mengunjungi rukonya sebelum pandemi melanda.

"Supervisor ini rupanya telah memiliki beberapa nomor telepon pelanggannya dan dengan cara menghubungi pelanggan ini mereka menyampaikan bahwa di tempat tersebut masih beroperasi," kata Aries, Selasa (22/9/2020).

Tidak hanya itu, selain mengabarkan panti pijat plus-plus beroperasi, DD juga mengirimkan pesan singkat yang menawarkan promosi kepada para pelanggan tetap.

Menurut Aries, DD juga akan memberikan foto-foto para terapis di panti pijatnya agar para calon pelanggan bisa memilih sesuai keinginannya saat berada di lokasi.

"Caranya yaitu mengirim pesan pendek dan disertai foto para terapis yang ada di situ, sehingga para pelanggan ini datang ke tempat itu," kata Aries.

Padahal panti pijat dilarang beroperasi selama penerapan kembali PSBB terkait pencegahan penyebaran Covid-19 sesuai Pergub DKI Jakarta Nomor 79 dan 88 Tahun 2020.

Pengelola pun menutup operasi panti pijat selama beberapa waktu.

 Kisah 4 Anggota Keluarga Wali Kota Jambi Positif Corona, Sang Buah Hati Tak Terselamatkan

 Jelang Kasusnya Disidangkan, Alfin Andrian Minta Maaf ke Syekh Ali Jaber, ini 8 Faktanya

 Ini Daftar 7 Kecamatan di Tangerang yang Angka Gizi Buruknya Tinggi

Namun belakangan mereka nekat untuk beroperasi kembali secara diam-diam demi meraih keuntungan.

"Tempat usaha ini sudah pernah tutup, kita kan kita melakukan PSBB sudah berapa kali. Namun, (panti pijat ini) beroperasi kembali kurang lebih satu bulan lalu," ucap Aries.

Tiga orang yang belakangan sudah ditetapkan sebagai tersangka yakni DD (46) yang berperan sebagai supervisor dan dua perempuan yakni TI (26) dan AF (27) yang bekerja sebagai kasir.

Atas perbuatannya mereka dijerat Pasal 296 KUHP jo Pasal 506 KUHP tentang melakukan perbuatan cabul dengan ancaman hukuman pidana penjara selama 1 tahun 4 bulan.

Sementara itu sembilan orang yang diamankan di antaranya wanita yang bekerja sebagai terapis.

Adapun sembilan orang lainnya bekerja sebagai karyawan pada umumnya. (jhs)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved