Breaking News:

Dari Ratusan Gedung Pencakar Langit di Jakarta,hanya Lima Bangunan ini yang Berkonsep Green Building

Data seluruh gedung itu diperoleh dari Green Building Council Indonesia (GBCI) yang telah melakukan sertifikasi bangunan hijau

Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
(Ilustrasi) Gedung Biru Tower 4 RSD Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Minggu (20/9/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Meski di DKI Jakarta banyak berdiri gedung pencakar langit, namun baru lima gedung yang menerapkan konsep bangunan gedung hijau atau green building.

Kelima gedung itu adalah Menara BCA, Sampoerna Strategic Square, Sequis Life, Pasicif Place dan Gedung Waskita.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Andono Warih mengatakan, data seluruh gedung itu diperoleh dari Green Building Council Indonesia (GBCI) yang telah melakukan sertifikasi bangunan hijau, dengan hasil perhitungan capaian reduksi emisi GRK sebesar 13.789 ton CO2e.

 Doa Anies untuk Kepergian Anak Buahnya, Camat Kelapa Gading M Harmawan, karena Terpapar Covid-19

 Ketika Anies Inspeksi TPU Pondok Ranggon Menjelang Tengah Malam, Dengarkan Cerita Para Petugas

Kata dia, konsep green building merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mengurangi emisi gas rumah kacah (GRK) yang berdampak pada lingkungan.

Untuk konsep ini, biasanya memiliki tanggung jawab terhadap lingkungan dan sumber daya yang efisien sejak perencanaan, pelaksanaan konstruksi, pemanfaatan, pemeliharaan, sampai dekonstruksi.

“Konsep tersebut berdasarkan Pergub Nomor 38 Tahun 2012 tentang Bangunan Gedung Hijau,” kata Andono berdasarkan keterangan yang diterima pada Senin (21/9/2020).

Menurutnya, prinsip reduksi emisi pada bangunan hijau adalah terjadinya penurunan konsumsi energi tanpa menurunkan kemampuan fungsional bangunan.

Data aktivitas emisi GRK bangunan gedung hijau, dihitung dari konsumsi listrik dan lama penggunaan listrik.

“Kami mendorong kolaborasi aksi penurunan emisi GRK melalui implementasi konsep bangunan gedung hijau dengan melaporkan konsumsi energi, air dan pelaksanaan program konservasi energi secara berkala,” ujar Andono.

 Kasus Baru Covid-19 Melonjak di Kabupaten Bogor, Cileungsi Catat Rekor Tertinggi

 Viral Video Dua Pria Berseragam Pungli Sopir Truk di Jalan Raya Hankam, Jatiwarna Bekasi

Dia menjelaskan, persyaratan teknis bangunan gedung hijau mencakup efisiensi energi dan air, kualitas udara dalam ruang, pengelolaan lahan dan limbah, serta efisiensi dalam pelaksanaan kegiatan konstruksinya.

“Persentase capaian reduksi aksi mitigasi green building pada tahun 2020 baru sebesar 0,93 persen dari target penurunan emisi GRK berdasarkan Pergub Nomor 131 Tahun 2012, yaitu dari gedung non-Pemprov pada tahun 2020 sebesar 1,5 juta ton CO2e dan tahun 2030 sebesar 5,5 juta ton CO2e,” jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Mohamad Yusuf
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved