Ini Daftar 7 Kecamatan di Tangerang yang Angka Gizi Buruknya Tinggi
Kegiatan pelaksanaan advokasi renja stunting dimulai dari tanggal 22 September hingga 13 Oktober 2020.
WARTAKOTALIVE.COM, TIGARAKSA - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tangerang menggelar rapat persiapan advokasi rencana kerja Percepatan, Pencegahan, dan Penurunan Stunting di 29 Kecamatan Kabupaten Tangerang.
Rapat dengan memperhatikan protokol kesehatan ini digelar di Aula BAPPEDA Kabupaten Tangerang.
• Doa Anies untuk Kepergian Anak Buahnya, Camat Kelapa Gading M Harmawan, karena Terpapar Covid-19
• Ketika Anies Inspeksi TPU Pondok Ranggon Menjelang Tengah Malam, Dengarkan Cerita Para Petugas
Turut dihadiri Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Diskominfo, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa, serta pihak lainnya.
Cucu Heri Rukmantara, selaku Kepala Bidang Perencanaan Sosial Budaya dan Pemerintahan Bappeda Kabupaten Tangerang menjelaskan kegiatan pelaksanaan advokasi renja stunting dimulai dari tanggal 22 September hingga 13 Oktober 2020.
Rapat tersebut sekaligus membahas pembagian tim advokasi yang akan disebar ke 29 Kecamatan wilayah Kabupaten Tangerang.
“Saya berharap semua elemen masyarakat khususnya unsur-unsur pemerintah daerah baik tingkat Kecamatan dan tingkat desa untuk ikut andil dan berperan serta dalam kegiatan advokasi," ujarnya, Senin (21/9/2020).
Ia berharap, advokasi ini bisa berkontribusi untuk menurunkan angka stunting.
• Kasus Baru Covid-19 Melonjak di Kabupaten Bogor, Cileungsi Catat Rekor Tertinggi
• Viral Video Dua Pria Berseragam Pungli Sopir Truk di Jalan Raya Hankam, Jatiwarna Bekasi
Dengan kata lain program konvergensi penurunan dan pencegahan bisa berhasil.
Kecamatan yang diprioritaskan karena memiliki desa lokus stunting, di antaranya :
1. Jambe
2. Rajeg
3. Mauk
4. Cisoka
5. Kemeri
6. Teluk Naga
7. Sepatan Timur
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/ridwan-kamil-ke-purwakarta_20180511_170702.jpg)