Aksi OPM

Polda Papua Ciduk Tersangka Pembunuh Staf KPUD Yahukimo, Pernah Serang Polisi dan Bakar Gerai ATM

Polda Papua akhirnya menangkap salah satu tersangka pembunuh Staf KPUD Yahukimo Henry Jovinski.

Twitter@KPU_ID
Henry Jovinski (24), staf KPU Kabupaten Yahukimo yang meninggal dunia akibat ditikam orang tidak dikenal. 

"Tetapi kalau Yahukimo, hanya kalau ada signal saja.

"Sabtu atau Minggu kemarin masih kirim pesan ke mamahnya (Vivin). Bilang kalau sudah di Yahukimo," ujarnya.

Sejak ditempatkan di Yahukimo, Henry tidak pernah mengeluh.

 UPDATE 15 Agustus 2020: RS Wisma Atlet Masih Rawat 1.379 Pasien Covid-19, di Pulau Galang 42 Orang

Henry menceritakan pengalaman-pengalamannya selama bertugas, termasuk penyambutan-penyambutan ketika pertama kali Henry tiba.

Pertemuannya pada Agustus lalu rupanya menjadi pertemuan terakhir baginya.

Henry sempat pulang ke Purwokerto selama dua hari karena terjadi kerusuhan.

 Sambut HUT ke-75 RI, Ribuan Bunga Hiasi Sejumlah Jalan di Jakarta Pusat

"Sempat pulang tahun lalu, ada kerusuhan."

"Tetapi karena sebagai ASN harus ada di sana, dia langsung berangkat lagi."

"Kami hanya menjemput dan mengantar ke bandara," kenangnya.

 BPKD DKI Pastikan Duit Insentif Penggali Kubur dan Sopir Ambulans Pasien Covid-19 Sudah Cair

Kesedihan tak dapat ditutupi oleh ibunya.

Vivin masih sesenggukan meratapi kepergian anak pertamanya.

Ia bahkan harus dipapah saat harus berjalan.

 Diusulkan Jadi Capres 2024, Dahlan Iskan: Jangan Lah, Saya Kan Sudah Tersangka Beberapa Kali

Sebelumnya, Henry Jovinski (24), staf Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Yahukimo, ditusuk hingga meninggal di Jembatan Brasa Kecil, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua, Selasa (11/8/2020) sekitar pukul 14.20 WIT.

Pelaku penusukan diduga orang tidak dikenal.

Ketua KPU Papua Theodorus Kossay membenarkan insiden penusukan hingga berujung tewasnya Henry Jovinski.

 Tak Sampai Sepekan, ST Burhanuddin Cabut Aturan Pemanggilan Jaksa Harus Seizin Jaksa Agung

"Henry staf KPU Yahukimo," kata Theodorus, saat sesi jumpa pers di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia, Rabu (12/8/2020).

Theodorus menjelaskan, insiden penusukan itu berawal saat Kenan Mohi, staf KPU Kabupaten Yahukimo, meminta diantarkan Henry ke kediamannya di Jalan Gunung.

"Keduanya ini dari kantor sedang menuju ke rumahnya Kenan Mohi, orang asli Yahukimo."

 MAKI Ungkap Djoko Tjandra Janjikan Jaksa Pinangki Tambang Energi Senilai 10 Juta Dolar AS

"Keluarganya (Kenan Mohi) sakit, tujuan dari kantor (KPU Yahukimo) ke rumah mengantarkan obat," ungkap Theodorus.

Di perjalanan, rombongan itu bertemu orang tidak dikenal.

Orang tidak dikenal itu meminta diperlihatkan kartu tanda penduduk.

 Daftar 22 Provinsi dengan Angka Kematian Covid-19 di Bawah Rata-rata Dunia, Jakarta Termasuk

"Ditanya, kamu orang mana, kemudian yang belakang ini orang mana? Mana KTP? Ditanya (Henry Jovinski menjawab), saya orang Indonesia," kata dia.

Kemudian, orang tidak dikenal itu menusuk Henry Jovinski di belakang.

"Ditusuk di belakang. Korban jatuh pingsan. Setelah itu muncul satu pelaku tidak dikenal. Kemudian dibacok juga di situ," paparnya.

 Relawan Bersatu Jaga Jokowi Desak Reshuffle Kabinet, Sebut Kementerian BUMN Paling Gaduh

Kenan Mohe berupaya melarikan diri. Selain itu, dia berteriak untuk meminta pertolongan.

"Menyatakan tolong, tolong, tolong sebanyak tiga kali, dan ternyata tidak ada orang yang lewat di situ," tuturnya.

Akhirnya, Kenan Mohe pulang ke rumah, lalu, meminta istrinya agar melaporkan peristiwa itu kepada aparat kepolisian.

 Di 169 Daerah pada Pilkada 2020, Koalisi PDIP dengan Golkar Terbanyak, Paling Sedikit dengan PKS

"Akhirnya, istri melapor kepada Kepolisian Yahukimo, dan korban ditolong oleh polisi setelah dilapor oleh istri."

"Kenan Mohe menjadi saksi dan memberi keterangan kepada pihak kepolisian," bebernya. (Igman Ibrahim)

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved