Kasus Rizieq Shihab

PA 212 Ancam Gelar Aksi Bela Islam Lagi Jika Rizieq Shihab Tak Pulang ke Indonesia

KETUA PA 212 Slamet Maarif mengatakan, pihaknya bakal kembali menggelar Aksi Bela Islam jika Rizieq Shihab tak kembali ke Indonesia.

PA 212 Ancam Gelar Aksi Bela Islam Lagi Jika Rizieq Shihab Tak Pulang ke Indonesia
KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO
Pimpinan Front Pembela Islam, Rizieq Shihab tiba di Kantor Direktorat Reserse Kriminal Khusus, Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (23/1/2017). Rizieq diperiksa oleh Subdirekorat Fiskal, Moneter, dan Devisa Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, terkait ucapannya soal gambar palu arit di logo Bank Indonesia dalam lembaran uang rupiah. 

KETUA Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif mengatakan, pihaknya bakal kembali menggelar Aksi Bela Islam jika Rizieq Shihab tak kembali ke Indonesia.

"Ya kalau proses hukum ini tidak berjalan, tadi amanat imam besar, kita akan turun lagi aksi bela Islam kembali ke jalan," kata Slamet Maarif di Monas, Jakarta Pusat, Senin (2/12/2019).

Menurut dia, pihaknya sudah berusaha memulangkan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu.

Prabowo Dipastikan Absen, GNPF dan FPI Usahakan Rizieq Shihab Hadiri Reuni 212

Namun, hingga kini Rizieq Shihab belum pulang ke Indonesia.

Ia menyebut yang dapat memulangkan Rizieq Shihab adalah rezim penguasa saat ini.

"Berbagai upaya terus kita lakukan. Melalui komunikasi dengan berbagai pihak, kita sudah mendatangi Kemenlu."

KPK Masih Berharap Jokowi Terbitkan Perppu Saat Hari Anti Korupsi 9 Desember, Istana Tutup Pintu

"Juga sedang menyurati DPR RI untuk audiensi. Kita sudah juga bertemu Duta Besar Saudi Arabia di Indonesia, untuk segera menghentikan pengasingan politik beliau," paparnya.

Slamet Maarif juga menanggapi ucapan Menkopolhukam Mahmud MD, yang menyatakan Rizieq Shihab tidak dicekal.

Namun, fakta yang ditemukan oleh timnya, pencekalan dilakukan oleh rezim penguasa di Indonesia.

Tak Cari Sensasi, Humphrey Djemat Tegaskan Calon Menteri Dipalak Parpol Rp 500 Miliar Benar Adanya

"Setelah kita selidiki, setelah kita tabayun, datangi kedubes yang di sana, kemudian kita datangi juga pejabat-pejabat Saudi di sana."

Halaman
1234
Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved