Breaking News:

APBD DKI

Ahok BTP: Justru e-Budgeting Ungkap Pembelian Lem Aibon dan Pulpen

Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menilai sistem e-budgeting atau penggaran elektronik justru menjaga transparansi anggaran.

KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG
Foto dokumentasi: Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama saat memberikan keterangan pers di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta pusat, Kamis (20/4/2017).(KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG) 

 Empat Titik di Kota Bekasi Bakal Kena Pemadaman Listrik Selama Lima Jam

“Kalau smart system dia bisa melakukan pengecekan, verifikasi. Dia juga bisa menguji, ini sistem digital tetapi masih mengandalkan manual sehingga kalau ada kegiatan-kegiatan, jadi gini (ditemukan masalah) ketika menyusun RKPD (Rencana Kerja Pembangunan Daerah),” kata Anies di Balai Kota DKI pada Rabu (30/10/2019).

Anies salahkan e-Budgeting

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok membantah pernyataan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menyebut sistem e-Budgeting bermasalah.

Ahok menerangkan, sistem e-Budgeting justru diperlukan agar penggunaan anggaran di DKI Jakarta diketahui publik.

Sistem itu, katanya, sebagai salah satu contoh keterbukaan informasi publik.

Kekurangan BLANGKO, Disdukcapil Kabupaten Bekasi Minta Maaf ke Warga Pencetakan e-KTP Lambat

Data bisa didapatkan oleh masyarakat yang ingin mengetahui anggaran digunakan untuk apa.

"Semua orang mau tahu pengeluaran uang APBD DKI, bisa dapatkan data dari pembelian pulpen sampai Aibon. Sampai UPS," ujar Ahok saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (31/10/2019).

Ahok berujar, sistem e-Budgeting berjalan baik selama dia memimpin ibu kota.

Kuliner LANGKA: Koki Thailand Ubah Cacing Sutera Jadi Es Krim Vanila Santapan Lezat

Sistem, katanya, jadi bermasalah karena yang menginput data berniat memanipulasi anggaran.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved