Ganjil Genap
Dampak Pemberlakuan Ganjil Genap, Pengguna Transjakarta dan MRT Jadi 1 Juta Per Hari
"Ini adalah indikator yang paling reliable, karena tujuan kami membuat kebijakan ini adalah mendorong masyarakat menggunakan angkutan umum."
Penulis: Fitriyandi Al Fajri |
Pemprov DKI mengklaim jumlah penumpang bus TransJakarta dan kereta Mass Rapid Transit (MRT) pada Senin (9/9/2019) lalu mencapai 1 juta orang.
Kenaikan jumlah penumpang ini dipicu dari kebijakan ganjil genap di 25 ruas jalan.
“Penumpang yang menggunakan TransJakarta sekitar 892.000 pas kemarin atau hampir 900.000 orang. Angka itu belum termasuk yang naik MRT, sehingga bila ditotal ada sekitar 1 juta yang menggunakan kendaraan umum, dan itu adalah rekor,” ujar Gubernur DKI Anies Baswedan, Selasa (10/9/2019).
Hal itu dikatakan Anies usai menghadiri upacar peringatan HUT TNI AL ke-74 di Kompleks Satuan Koarmada I, Pondok Dayung, Kecamattan Tanjung Priok, Jakarta Utara, tadi pagi.
• Polisi Sebut Pengendara Mobil Mewah Sering Minta Damai saat Penindakan Ganjil Genap
• Hanya Punya Satu Mobil, Banyak Pengendara Nekat Lewati Jalur Perluasan Ganjil Genap
• Pelanggar Perluasan Ganjil Genap Hari ke-2 di Simpang Tomang Bertambah
Pada kesempatan itu, Anies berkeyakinan naiknya jumlah penumpang Transjakarta dan MRT karena kebijakan ganjil genap.
Masyarakat yang bekerja di pusat perkantoran Jakarta mencari transportasi lain dengan memakai angkutan umum.
Bila mereka berangkat kerja memakai mobil dengan nomor pelat tidak sesuai dengan jadwalnya, maka bakal ditindak petugas kepolisian.
“Ini adalah indikator yang paling reliable (dapat diandalkan), karena tujuan kami membuat kebijakan ini adalah mendorong masyarakat menggunakan angkutan umum,” imbuhnya.
• Kadishub Sebut Hari Pertama Perluasan Ganji Genap Pengaruhi Kualitas Udara di Jakarta
• Sebanyak 963 Pengendara Ditilang Pada Perluasan Ganjil Genap Hari Pertama di Sore Hari
• 941 Pengendara Mobil Ditilang pada Pagi Hari Pertama Pemberlakuan Perluasan Ganjil Genap
Anies berharap, masyarakat dalam mempertahankan pola transportasi ini.
Dengan demikian, polusi udar di Jakarta mampu ditekan sebagaimana upaya yang dilakukan DKI melalui Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 66 tahun 2029 tentang Pengendalian Kualitas Udara.
“Secara bertahap tingkat polusi udara yang diakibatkan oleh emisi dari kendaraan pribadi berkurang, dan angka emisi itu tidak bisa dilihat hanya dalam 1-2 hari karena pergerakannya dinamis,” ungkapnya.
“Tapi kalau itu dilakukan secara konsisten maka dalam jangka panjang Insya Allah kualitas lingkungan udara di Jakarta lebih baik dan kemacetan pun berkurang,” tambahnya.
• Ingat, Cuma 12 Kendaraan Ini yang Bebas Melintas di Ruas Ganjil Genap
• Anies : Implementasi Ganjil Genap Dorong Masyarakat Beralih ke Angkutan Umum
• Dishub Sebut Jumlah Pengendara Motor Naik 10 Persen saat Ganjil Genap
Guna mendukung minat masyarakat yang beralih ke angkutan umum, maka DKI berjanji meningkatkan layanan.
Caranya dengan penambahan armada TransJakarta dan peremajaan angkutan umum.
Pada awal Agustus 2019 lalu, PT TransJakarta telah melakukan pengadaan 310 unit bus sedang sebagai tindak lanjut Ingub tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/meresmikan-pemasangan-signane.jpg)