Ganjil Genap

Anies : Implementasi Ganjil Genap Dorong Masyarakat Beralih ke Angkutan Umum

Anies Baswedan: Implementasi Ganjil Genap Dorong Masyarakat Beralih ke Angkutan Umum. Nantinya akan beralih ke Jalan Berbayar Elektronik.

Anies : Implementasi Ganjil Genap Dorong Masyarakat Beralih ke Angkutan Umum
Warta Kota/Anggie Lianda Putri
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memanggil pihak Pertamina dan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Jumat (2/8/2019). 

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meyakini implementasi dari kebijakan ganjil genap di 25 ruas jalan setempat pada Senin (9/9/2019) bakal mendorong masyarakat beralih ke angkutan umum.

Apalag,i DKI melalui PT TransJakarta telah menambah armada dan jangkauan agar masyarakat bisa menikmati transportasi ini.

“Tujuan akhirnya adalah Jakarta kota yang lebih ramah bagi semua. Perjalanan ke kantor jadi perjalanan yang tidak menghabiskan waktu, karena jumlah kendaraan pribadi di jalanan lebih rendah,” kata Anies Baswedan pada Senin (9/9/2019).

Sistem ganjil-genap merupakan sistem pengendalian sementara sebelum diberlakukannya sistem jalan berbayar atau Elektronic Road Pricing (ERP).

Anies mengatakan, bahwa lelang ERP harus diulang lantaran akhir Agustus lalu Kejaksaan Agung memberikan legal opinion.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI itu akan bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Aplikasi dari Kementerian Komunikasi dan Informatika RI untuk mengubah tekknologi terbaru dalam pengendalian kegiatan mobilitas penduduk di Jakarta.

“Jadi bukan hanya sekedar mengatur 1-2 ruas jalan tadi sebagai satu sistem terintegrasi antara lalu lintas kendaraan pribadi dan kendaraan umum,” ujarnya.

Sebelumnya, lelang ERP dilakukan tanpa mencantumkan satu teknologi tertentu pada 22 Juli 2018 lalu, sehingga Kejaksaan Agung menyarankan agar proses lelang kembali diulang.

Panitia lelang di Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Jalan Berbayar Elektronik (JBE) telah mendapatkan tiga perusahaan peserta lelang yang memasuki tahap uji coba teknis dari Proof of Concept (POC) masing-masing penyedia.

Di antaranya yakni Q-Free, Kapsch dan Bali tower. Perusahaan asal Norwegia Q-free dan Kapsch dari Swedia pernah menguji coba perangkat ERP di ruas Jalan Sudirman dan Kuningan, Jakarta Selatan pada 2018 lalu.

Halaman
12
Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Mirmo Saptono
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved