Novel Baswedan Diteror

Hari Ini Tim Teknis Polri Mulai Bekerja, Novel Baswedan Heran dan Nilai Cuma Mengulur Waktu

Tim di bawah pimpinan Kabareskrim Komjen Idham Aziz ini bekerja mulai 1 Agustus 2019.

Editor: Yaspen Martinus
Warta Kota/Henry Lopulalan
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan disambut pimpinan KPK, mantan pimpinan KPK, aktivis anti korupsi serta karyawan KPK saat kedatangan Novel di gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (22/2). 

Dedi Prasetyo menuturkan, langkah pertama tim teknis akan menganalisa Tempat Kejadian Perkara (TKP) kembali.

Dedi Prasetyo mengatakan, TKP selalu menjadi titik tolak dalam sebuah pembuktian peristiwa pidana.

ICW Minta Jokowi Larang Dua Putranya Ikut Pilwakot Solo, Kenapa?

Ada pun tim yang akan melakukan analisa meliputi tim Laboratorium Forensik (Labfor), INAFIS, hingga tim IT.

"Pengolahan TKP yang baik dengan didukung peralatan-peralatan, pembuktian secara ilmiah."

"Maka tingkat persentase pengungkapan suatu kasus itu bisa sampai 60-70 persen," ucapnya, di Mabes Polri, Rabu (31/7/2019).

Pengamat Nilai Koruptor Lebih Takut Miskin Daripada Mati, Ini Hukuman yang Bisa Bikin Jera

Fokus kedua, lanjutnya, tim akan kembali mendalami hasil pemeriksaan terhadap saksi yang berjumlah lebih dari 70 orang.

Mantan Wakapolda Kalimantan Tengah itu mengatakan, para saksi akan dikelompokkan atau dikluster berdasarkan waktu serta informasi yang diketahui.

Diharapkan hal ini akan memberikan petunjuk yang semakin mengerucut.

Punya Ilmu Mistis, Ini Alasan Abah Grandong Makan Kucing Hidup-hidup di Kemayoran

Selanjutnya, puluhan CCTV di TKP, sekitar TKP, serta yang memiliki keterkaitan dengan TKP, akan kembali didalami pula.

"Itu akan dianalisa kembali. Tentunya dikaitkan, ada TKP, pemeriksaan saksi-saksi kemudian CCTV. Setiap petunjuk yang ditemukan akan dirangkai," jelasnya.

Pendalaman sketsa wajah menjadi fokus berikutnya oleh tim teknis.

Anies Baswedan Sebut Ojek Online Angkutan Panas Berboncengan

Jenderal bintang satu itu mengatakan, analisa akan dilakukan guna mempertajam sketsa dan mengungkap pelaku.

Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri, paparnya, akan turut diajak berkoordinasi dalam hal ini.

"Semakin sempurna wajah yang diduga sebagai pelaku, akan semakin akurat INAFIS identifikasi dengan database Dukcapil," cetusnya. (Ilham Rian Pratama/Vincentius Jyestha)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved