Opini
Banyak Gerak Saat Bisa Bikin Lebih Pintar? Menelisik Esensi Gerak dalam Proses Pembelajaran
Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa gerak yang terkoordinasi dapat meningkatkan fungsi kognitif.
Apabila ingin melakukan gerak dengan intensitas tinggi, guru atau manajemen sekolah dapat membuat kebijakan dengan memberikan waktu dalam sepekan untuk para siswa
melakukan aktivitas fisik. Menurut penelitian, dianjurkan dilakukan selama 150 menit dalam satu pekan.
Aktivitas yang dapat dilakukan misalnya permainan yang melatih motivasi, gerak latih kelincahan yang terkoordinasi, satu set exercise, maupun memodifikasi pembelajaran PJOK yang tidak hanya seputar konten materi saja atau tidak lagi dipandang sebagai “tempat pelarian” dari rutinitas belajar siswa, melainkan juga sebagai kontributor untuk menguatkan fungsi kognitif pada siswa. Gerakan yang dilakukan sebagai aktivitas fisik tentunya memiliki regulasi secara neurosains di dalam tubuh.
Baca juga: Masih Banyak UMKM yang Sulit Akses Permodalan, Mengapa?
Neurosains yang Terjadi dalam Gerak
Saat siswa melakukan gerakan aktif dan terkoordinasi, maka jantung akan menjadi berdetak lebih cepat sehingga darah yang dipompa menjadi lebih banyak.
Ini juga berdampak pada meningkatnya aliran darah ke otak dengan membawa pasokan oksigen dan nutrisi yang berlimpah. Tentu ini akan membuat siswa menjadi lebih
fresh, rileks, lebih berkonsentrasi dan fokus.
Selain itu, aktivitas gerak yang dilakukan juga membuat otak menstimulus hormon di antaranya dopamin dan serotonin. Dopamin akan membuat siswa termotivasi dan senang belajar.
Serotonin akan meregangkan kondisi psikis, menstabilkan suasana hati, mengurangi stress, dan memberikan ketenangan dalam diri sehingga kondisi ini menjadi ideal untuk siswa
menjadi lebih mudah menerima informasi maupun pelajaran yang diberikan.
Aktivitas gerak yang dilakukan secara teratur dan terkoordinasi akan membuat otak memproduksi protein BDNF (Brain Derived Neurotrophic Factor).
BDNF ini membantu menumbuhkan sel-sel otak baru, menjaga sel yang lama agar tetap sehat, dan menguatkan koneksi antar sel-sel otak. Proses pembentukkan dan penguatan koneksi antar sel-sel otak disebut neuroplastisitas. Sederhananya, semakin otak digunakan melalui gerak, maka koneksinya akan semakin kuat sehingga otak menjadi lebih
plastis atau mudah dibentuk yang berimplikasi pada otak lebih mudah memproses informasi, mengingat, berkonsentrasi sehigga dapat membuat siswa menjadi lebih
“pintar”
Baca juga: Jasad Alvaro Sempat Disimpan Ayah Tiri di Garasi Rumah sebelum Dibuang di Kali Cilalay Tenjo Bogor
Jadi, Gerak Bisa Bikin Pintar?
Pada dasarnya, gerak dalam belajar tidak menjadikan kita dapat langsung memahami materi-materi pelajaran alias menjadi “langsung pintar”. Satu-satunya
jalan adalah belajar dengan giat dan bersungguh-sungguh.
Akan tetapi, dengan adanya gerak yang terkoordinasi, gerak yang sesuai dengan pembahasan di atas maka akan mendorong peningkatan kemampuan kognitif otak yang kita miliki. Bukan gerak yang tod Peningkatan kemampuan kognitif otak tersebut akan membuka peluang untuk peningkatan performa akademik dalam belajar. Jadi, belajar itu kewajiban.
Gerak saat belajar adalah “vitamin” nya, yang akan membuat belajar kita menjadi lebih berwarna, lebih bergairah, dan lebih sehat sehingga belajar lebih berkualitas.
Teruntuk Sekolah …
Setelah kita memahami manfaat gerak, maka sekolah dapat melakkan tindak lanjut. Sekolah dapat mengintegerasikan langsung ke dalam pembelajaran, misalnya dengan
mengawali pembelajaran dengan gerak motorik 1,5 hingga 2 menit, atau jeda aktif di tengah-tengah pembelajaran, maupun dilakukan di sela-sela pergantian jam
pelajaran.
Selanjutnya, sekolah dapat memodifikasi pembelajaran pendidikan jasmani untuk dapat mengakomodir gerakan-gerakan yang dapat meningkatkan
fungsi kognitif atau dapat membuat set Latihan dalam waktu tertentu.
Sekolah juga dapat membuat panduan praktis untuk dapat diaplikasikan oleh guru dan para siswa. Ini juga menjadi ikhtiar untuk mengimbangi tren gerakan-gerakan/joget di sosial
media yang belum tentu memberikan manfaat terhadap peningkatan kemampuan kognitif.
| Air Mata di Layar Kaca dan Senjakala Berita Teks: Saatnya Tranformasi ke Video Jurnalistik |
|
|---|
| SAL dan SILPA: Perdebatan Imaginatif Sri Mulyani dengan Purbaya Yudhi Sadewa |
|
|---|
| HUT ke-17 Partai Gerindra, Hendarsam Marantoko: Tampilkan Politik yang Berbeda |
|
|---|
| Revolusi Artificial Intelligence Dalam Praktik Keperawatan |
|
|---|
| Henti Jantung Mendadak: Mengapa Setiap Detik Berharga, Apa yang Dilakukan untuk Selamatkan Nyawa? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/pelajar-SMP.jpg)