Dari Jual Equipment hingga Konsultan Kitchen, Ini Perjalanan Bisnis GTK di Industri F&B
Founder PT Guataka Makmur Horecaba Indonesia, Tjokro Husni, menceritakan perjalanan GTK yang dulunya adalah bisnis penyedia peralatan dapur.
“Orang yang bekerja di dapur harus bisa bekerja dengan nyaman. Kalau workflow-nya rapi dan dapurnya bersih, makanan yang dihasilkan juga lebih terjaga kualitasnya,” ujarnya.
Perjalanan GTK: Importir Peralatan Dapur
Ketika pertama kali berdiri pada 2018, GTK berfokus pada impor berbagai peralatan dapur profesional.
Perusahaan menyediakan beragam peralatan yang umum digunakan dalam industri kuliner, mulai dari kompor industri, oven, mixer, hingga mesin vakum yang banyak digunakan oleh restoran maupun usaha bakery.
Menurut Tjokro, sejak awal ia menekankan kepada timnya untuk memahami fungsi setiap peralatan dapur yang dijual.
Dengan pemahaman tersebut, perusahaan dapat membantu pelanggan memilih peralatan yang paling sesuai dengan kebutuhan operasional mereka.
Pandemi Jadi Titik Balik Bisnis GTK
Perjalanan bisnis GTK kemudian mengalami perubahan besar saat pandemi COVID-19 melanda.
Ketika banyak restoran terpaksa menutup usaha karena pembatasan aktivitas, GTK justru memiliki stok peralatan dapur yang cukup banyak.
Di sisi lain, pandemi memunculkan tren baru di masyarakat, yaitu meningkatnya usaha makanan rumahan. Banyak orang mulai menerima pesanan makanan dari rumah sebagai sumber penghasilan.
Dalam kondisi tersebut, kebutuhan terhadap peralatan dapur yang lebih besar dan efisien pun meningkat karena dapur rumah tangga tidak lagi hanya digunakan untuk memasak bagi keluarga.
GTK kemudian membantu para pelaku usaha rumahan memilih peralatan dapur yang mampu meningkatkan kapasitas produksi mereka.
“Kalau di rumah kita masak untuk lima sampai enam orang mungkin cukup dengan kompor dua tungku. Tapi kalau tiba-tiba ada pesanan 30 sampai 40 porsi, tentu butuh equipment yang lebih mumpuni,” kata Tjokro.
Transformasi GTK Menjadi Konsultan Rancang Bangun Dapur
Pandemi juga membuka perspektif baru bagi GTK. Hal ini bermula ketika Tjokro mengunjungi Bali, ia melihat banyak restoran yang tutup cukup lama. Kondisi ini membuat sejumlah fasilitas dapur mengalami kerusakan akibat korosi, hama, hingga peralatan yang tidak terawat.
Dari situ, ia melihat peluang baru bagi GTK untuk tidak hanya menyediakan peralatan dapur, tetapi juga membantu pelaku usaha merancang dapur secara lebih menyeluruh.
Sejak saat itu, GTK mulai bertransformasi menjadi konsultan rancang bangun dapur profesional.
Perusahaan tidak hanya menyediakan peralatan dapur, tetapi juga membantu klien merancang tata letak dapur, mengatur alur kerja staf, hingga memastikan sistem infrastruktur seperti air, gas, ventilasi, dan pengaturan temperatur dapat berfungsi dengan baik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/podcast-Tribun-Corner-bertajuk-Di-Balik-Dapur-Ngebul-Dunia-FNB.jpg)