Berita Bekasi
DPRD Kota Bekasi Dorong Program Inklusif, Anak Down Syndrome Diberi Ruang Magang
Sardi turut mendorong sektor swasta untuk ikut ambil bagian dalam menciptakan ruang inklusif melalui program serupa.
Penulis: Rendy Rutama | Editor: Feryanto Hadi
Ringkasan Berita:
- Program magang anak Down Syndrome di distro Suicide Anthem Bekasi mendapat apresiasi DPRD.
- Kegiatan dinilai mampu tingkatkan kepercayaan diri dan keterampilan dasar peserta.
- DPRD dorong kolaborasi pemda dan swasta agar program inklusif terus berlanjut.
- Program ini diharapkan jadi inspirasi pelaku usaha membuka ruang bagi disabilitas.
Laporan jurnalis TribunBekasi.com, Rendy Rutama Putra
WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI TIMUR - Program magang kerja khusus bagi anak Down Syndrome yang digelar di sebuah distro brand fashion lokal bernama Suicide Anthem (SCDATM), kawasan Perumahan Galaxi, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, mendapat apresiasi dari DPRD Kota Bekasi.
Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Efendi, mengatakan, kegiatan itu menjadi langkah positif dalam membuka ruang bagi anak-anak berkebutuhan khusus untuk berkembang dan berdaya.
Program tersebut juga menunjukkan adanya perhatian nyata terhadap anak-anak dengan kebutuhan khusus.
"Oh iya, itu artinya kan perhatian khusus ya untuk anak-anak itu, sehingga karena itu positif dan juga membuat mereka semangat, ada motivasi ya untuk dilakukan, itu cukup antusias kami, kami apresiasi lah ya, ada yang memperhatikan," kata Sardi kepada Tribun Bekasi di kantor DPRD Kota Bekasi, Kecamatan Bekasi Timur, Rabu (22/4/2026).
Menurut Sardi, kegiatan magang seperti ini bukan hanya sekadar aktivitas sesaat, namun dapat menjadi sarana membangun kepercayaan diri serta keterampilan dasar bagi anak-anak tersebut.
Program seperti ini seharusnya tidak berhenti pada satu kegiatan saja.
Sehingga perlu dikembangkan secara berkelanjutan dengan melibatkan lebih banyak pihak.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya peran Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi dalam memfasilitasi kebutuhan anak-anak berkebutuhan khusus agar tetap bisa berkarya.
"Iya, pemerintah daerah kan harusnya memfasilitasi sesuai dengan kemampuannya untuk anak-anak itu ya, supaya mereka dapat tetap berkiprah, berkarya untuk hidup mereka dan kota Bekasi," jelasnya.
Tak hanya itu, Sardi turut mendorong sektor swasta untuk ikut ambil bagian dalam menciptakan ruang inklusif melalui program serupa.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan pihak swasta menjadi kunci agar program magang bagi anak disabilitas dapat berjalan lebih luas dan berkesinambungan.
"Ya pihak swasta kan kami himbau juga, kalau memang ada yang ingin melakukan sinergi kaitan dengan program mereka ya dipersilahkan ya, karena bagaimanapun ini kan perlu ada kolaborasi ya, dari semua pihak ya, agar anak-anak itu bisa punya tempat wadah, ruang untuk mereka berkreasi," tuturnya.
Politikus asal PKS itu mengakui, saat ini fasilitas maupun program yang menyasar anak berkebutuhan khusus masih tergolong minim.
| Kepala SMAN 2 Kota Bekasi Upayakan Damai 2 Siswi yang Terlibat Kasus Bullying dan Tindak Kekerasan |
|
|---|
| Dugaan Bullying dan Tindak Kekerasan di SMAN Kota Bekasi, 2 Siswi Saling Lapor ke Polisi |
|
|---|
| Plt Bupati Bekasi Pastikan Penanganan Tiga Titik Jalan Amblas di CBL |
|
|---|
| Pembasmian Ikan Sapu-sapu akan Dilakukan di Aliran Kali Bekasi, Ini Waktu Pelaksanaannya |
|
|---|
| Lippo Cikarang Latih 100 Kader Posyandu Tekan Stunting di Bekasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/MAGANG-DOWN-SYNDROME-bekasi.jpg)