Selasa, 12 Mei 2026

Berita Bekasi

DPRD Kota Bekasi Dorong Program Inklusif, Anak Down Syndrome Diberi Ruang Magang

Sardi turut mendorong sektor swasta untuk ikut ambil bagian dalam menciptakan ruang inklusif melalui program serupa.

Tayang:
Penulis: Rendy Rutama | Editor: Feryanto Hadi
Istimewa
MAGANG DOWN SYNDROME - Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Efendi saat podcast dengan Tribun Bekasi di Gedung DPRD, Kecamatan Bekasi Timur, diambil Selasa (2/12/2025). (DokPropertyTribunBekasi). 

Berkaitan persoalan itu, diperlukan keterlibatan bersama dari berbagai elemen untuk memperluas jangkauan program serupa.

"Iya sekarang kan masih minim ya, sehingga kami ingin adanya kolaborasi semua pihak, supaya ini dapat dilakukan bersama ya, untuk masyarakat atau anak-anak yang berkebutuhan khusus itu," pungkasnya.

Sebagai informasi, suasana menarik sempat terlihat di toko SCDATM kawasan Perumahan Galaxi pada Sabtu (19/4/2026).

Hal itu lantaran terdapat sejumlah anak dengan kondisi Down syndrome tampak antusias mengikuti kegiatan magang yang difasilitasi oleh SCDATM dan bekerja sama dengan Persatuan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome (Potads) Bekasi.

Owner Suicide Anthem, Madie Rosai, mengatakan, kegiatan ini dilakukan karena bagian dari peringatan World Down Syndrome Day (WDSD).

“Hari ini kami ada memfasilitasi anak-anak Down syndrome dalam memperingati Hari Down Syndrome sedunia ya, kami fasilitasi untuk magang,” kata Madie kepada Tribun Bekasi di lokasi, Sabtu (18/4/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Madie menjelaskan para peserta yang berjumlah lima orang itu diberikan pembekalan dasar terkait operasional bisnis retail.

Dalam sesi pelatihan, peserta terlebih dahulu dikenalkan beragam hal mulai dari display produk hingga cara melayani pelanggan.

Usai melihat peserta melakukan magang, Madie menilai anak Down Syndrome memiliki potensi dan bakat yang tidak kalah dengan anak-anak pada umumnya.

"Tadi kami ajarkan juga menyambut calon pembeli, menawarkan barang, melipat baju, merapihkan stock, hingga menjadi kasir," jelasnya.

Madie menuturkan, kegiatan magang ini merupakan yang pertama kali diselenggarakan oleh pihaknya.

Meski baru perdana, ia memperkirakan akan membuka peluang untuk kembali menggelar kegiatan serupa di masa mendatang.

“Ke depannya mungkin kami bisa buka kembali nanti untuk acara magang berikutnya,” tuturnya.

 Madie berharap, langkah kecil yang dilakukan pihaknya dapat menginspirasi pelaku usaha lain untuk membuka ruang yang sama bagi penyandang disabilitas.

“Kami kira sama pelaku usaha lain segera juga melakukan, artinya untuk memfasilitasi aja hal yang sama. Harapannya sih mereka punya hal yang sama juga mas ya,” harapnya.

Sumber: WartaKota
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved