Kamis, 23 April 2026

Dari Jual Equipment hingga Konsultan Kitchen, Ini Perjalanan Bisnis GTK di Industri F&B

Founder PT Guataka Makmur Horecaba Indonesia, Tjokro Husni, menceritakan perjalanan GTK yang dulunya adalah bisnis penyedia peralatan dapur.

Editor: Content Writer
Tribunnews
KONSULTASI DAPUR PROFESIONAL - Founder dan Direktur PT Guataka Makmur Horecaba Indonesia, Tjokro Husni, berbicara tentang perjalanan GTK dari penyedia peralatan dapur hingga menyediakan jasa konsultasi dapur profesional. Perbincangan ini dapat dilihat pada podcast Tribun Corner bertajuk “Di Balik Dapur Ngebul Dunia FNB”. 

WARTAKOTALIVE.COM - Perkembangan dunia kuliner seolah tak pernah berhenti. Berbagai konsep usaha makanan dan minuman terus bermunculan, mulai dari kafe kecil, rumah makan sederhana, hingga restoran dengan konsep yang semakin beragam.

Fenomena ini menunjukkan bahwa industri makanan dan minuman atau food and beverage (F&B) masih menjadi salah satu sektor usaha yang terus berkembang dan tidak pernah sepi peminat.

Namun di balik tingginya ketertarikan pada industri F&B, ada satu elemen penting yang sering luput dari perhatian, yakni mutu dapur sebagai pusat produksi. Padahal, dapur memegang peran penting dalam memastikan proses produksi berjalan efisien sekaligus menjaga kualitas makanan dan minuman yang disajikan kepada pelanggan.

Melihat kebutuhan tersebut, PT Guataka Makmur Horecaba Indonesia (GTK) hadir menawarkan solusi bagi pelaku usaha kuliner, yakni jasa konsultasi dalam merancang dan membangun dapur yang profesional. Menariknya, perjalanan bisnis perusahaan ini tidak langsung dimulai sebagai konsultan dapur profesional.

Dalam podcast Tribun Corner bertajuk “Di Balik Dapur Ngebul Dunia FNB”, Founder dan Direktur PT Guataka Makmur Horecaba Indonesia, Tjokro Husni, menceritakan perjalanan GTK yang pada awalnya berangkat dari bisnis penyedia peralatan dapur sebelum akhirnya berkembang menjadi konsultan rancang bangun dapur profesional.

Berawal dari Hobi Makan dan Jalan-Jalan

Perjalanan Tjokro di industri F&B tidak bermula dari latar belakang pendidikan kuliner. Ia mengaku menempuh pendidikan di bidang komputer di Universitas Bina Nusantara (Binus). Sebelum mendirikan GTK, ia juga sempat berkarier sebagai profesional di beberapa perusahaan yang bergerak di bidang pendidikan serta industri peralatan dan mesin.

Namun, dirinya yang memiliki hobi makan dan bepergian justru membuatnya sering memperhatikan bagaimana restoran beroperasi di balik layar.

“Saya memang hobi makan dan jalan-jalan. Dari situ akhirnya saya banyak melihat bagaimana restoran bekerja di balik layar,” ujarnya.

Dari berbagai pengalaman tersebut, ia mulai melihat peluang bisnis yang berkaitan dengan operasional dapur restoran. Pada 2018, ia bersama rekan bisnisnya memutuskan mendirikan PT Guataka Makmur Horecaba Indonesia.

Terinspirasi dari Kondisi Dapur Restoran

Ide untuk terjun lebih dalam ke industri dapur profesional muncul dari pengalaman sederhana ketika Tjokro mengunjungi sebuah hotel.

Saat melewati area dapur, ia melihat suasana yang menurutnya cukup kacau. Aktivitas di dalam dapur terdengar seperti “orkestra” dengan berbagai suara peralatan, percakapan staf, hingga piring yang jatuh.

“Suasananya ramai sekali. Ada suara pisau beradu dengan talenan, suara kompor, orang teriak-teriak, sampai piring jatuh,” kata dia.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan betapa sibuknya aktivitas di dapur restoran. Namun di sisi lain, ia juga melihat masih banyak dapur yang belum dirancang dengan sistem kerja yang efisien.

Selain itu, kondisi kebersihan dapur juga menjadi perhatian. Bagi Tjokro, dapur yang tidak tertata dengan baik dapat berdampak pada kenyamanan pekerja sekaligus kualitas makanan yang dihasilkan.

Pengalaman itu membuatnya berpikir bahwa dapur restoran seharusnya dirancang dengan sistem kerja yang lebih terstruktur.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved