Rabu, 3 Juni 2026

Aksi Sosial

Sivitas UI Terjun ke Lokasi Banjir di Muara Gembong Bekasi

Kondisi geografis, curah hujan yang tinggi, dan luapan sungai Ciherang menjadi penyebab utama banjir.

Tayang:
Penulis: M. Rifqi Ibnumasy | Editor: Feryanto Hadi
Istimewa
PENGABDIAN UI - Sivitas akademika UI meninjau pengungsian banjir di Desa Pantai Harapan Jaya, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. (TribunnewsDepok.com/Humas UI) 

Ringkasan Berita:
  • Desa Pantai Harapan Jaya, Muara Gembong, Bekasi, terendam banjir 70–90 cm akibat luapan Sungai Ciherang sejak awal Januari 2026.
  • Sekitar 21 RT atau 1.400 KK terisolasi, akses desa terputus, dan dapur umum kehabisan bahan pangan.
  • Sivitas akademika FKG UI meninjau lokasi, berdialog dengan warga, serta menyalurkan bantuan sembako.
  • UI menilai logistik dapur umum dan pencegahan penyakit menjadi prioritas demi keselamatan warga terdampak

 

Laporan Wartawan TribunnewsDepok.com, M Rifqi Ibnumasy 


WARTAKOTALIVE.COM, BEJI - Desa Pantai Harapan Jaya yang terletak di Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat adalah salah satu daerah terdampak bencana banjir sejak awal Januari. 

Banjir setinggi 70–90 cm akibat luapan Sungai Ciherang tersebut masih menggenangi rumah warga, yang menyebabkan ribuan kepala keluarga terisolasi. 

Kondisi geografis, curah hujan yang tinggi, dan luapan sungai Ciherang menjadi penyebab utama banjir. 

Akses menuju kantor desa sudah terputus dan hanya bisa diakses menggunakan perahu karet. Sekitar 21 RT atau kurang lebih 1400-an kepala keluarga terkena dampak ini.

Baca juga: Universitas Indonesia Masuk Jajaran Kampus Sehat Asean

Sekretaris Desa Pantai Harapan Jaya, Murdani, menyebut banjir di daerahnya telah berlangsung selama 22 hari sejak awal 2026. 

“Banyak rumah warga kami yang sudah terendam banjir hingga hampir satu meter, dan dapur umum sudah kehabisan bahan makanan,” kata Murdani dalam keterangannya, Sabtu (7/2/2025).

“Kami membutuhkan banyak perhatian para pemangku kebijakan dan pemerintah karena banjir ini semakin tinggi dan arusnya kencang,” sambungnya.

Melihat kondisi tersebut, sivitas akademika Universitas Indonesia (UI) meninjau lokasi pada Jumat (30/1/2026).

Mereka terdiri atas dosen dan residen dokter gigi spesialis (PPDGS) Periodonsia Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) UI.

Perwakilan dosen Periodonsia FKG UI, Benso Sulijaya Suyono bersama para residen melakukan peninjauan ke rumah rumah warga, berdialog dan beraudiensi terkait kebutuhan warga di pengungsian, serta memberikan bantuan sosial sembako ke dapur umum.

Menurut Kepala Departemen Periodonsia FKG UI, Yuniarti Soeroso, logistik bahan baku dapur umum merupakan hal prioritas karena banjir yang masih menggenangi pemukiman warga telah membatasi aktivitas sehari-hari. 

Bahkan, akses untuk memasak dan memperoleh bahan pangan secara mandiri masih tergenang banjir.

Kondisi tersebut membuat sebagian besar warga bergantung pada dapur umum sebagai sumber utama pemenuhan kebutuhan makan. 

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved