Beras Oplosan
Presiden Prabowo Marah Minta Bos Beras Oplosan Bayar Rp 100 T atau Dipidana
Presiden Prabowo akhirnya bereaksi atas berita beras oplosan yang marak. Dia pun minta sang bos untuk segera bayar kerugian atau dipidana.
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Setelah sepekan lebih ramai soal beras oplosan, Presiden Prabowo Subianto akhirnya berkomentar.
Presiden Prabowo minta Kejaksaan Agung (Kejagung) dan Polri segera bertindak tegas.
Sebab mengoplos beras tidak sesuai standard, bahkan isinya kurang dari ketentuan, sudah termasuk tindak pidana penipuan.
Karena itu, Presiden Prabowo memerintahkan Jaksa Agung Burhanuddin dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk segera mengusut tuntas.
Baca juga: Layanan Pengaduan Peredaran Beras Oplosan di Kabupaten Bogor
"Beras biasa dibungkus dikasih stempel beras premium, dijual Rp 5.000 di atas harga eceran tertinggi, Saudara-saudara, ini kan penipuan, ini adalah pidana," kata Prabowo saat meluncurkan Koperasi Desa Merah Putih di Klaten, Jawa Tengah, dikutip dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Senin (21/7/2025).
"Saya minta Jaksa Agung sama Kapolri usut dan tindak. Ini pidana," imbuhnya.
Menurut Prabowo, berdasarkan laporan yang dia terima, praktik beras oplosan tersebut telah merugikan masyarakat sebesar Rp 100 triliun setiap tahunnya.
Ia lantas membandingkan keuntungan yang diambil oleh oknum pengoplos itu dengan keadaan Indonesia saat ini.
Baca juga: Pakar IPB Ungkap Ciri-ciri Beras Oplosan yang Heboh Beredar di Pasaran
Prabowo mengungkapkan, pemerintah setengah mati mencari uang dengan mengoptimalkan pemasukan dari pajak dan bea cukai.
"Menkeu, kita setengah mati cari uang. Setengah mati pajak ini lah, bea cukai ini lah, dan sebagainya. Ini Rp 100 triliun kita rugi tiap tahun, dinikmati oleh hanya 4-5 kelompok usaha," jelas Prabowo.
Lebih lanjut, Prabowo menegaskan bahwa praktik beras oplosan tersebut adalah pengkhianatan kepada bangsa dan rakyat.
Fenomena ini merupakan upaya untuk membuat Indonesia terus lemah dan miskin.
"Saya tidak terima. Saya disumpah di depan rakyat, untuk memegang teguh UUD 1945 dan menjalankan segala peraturan perundang-undangan yang berlaku. Saya perintahkan Kapolri dan Jaksa Agung usut, tindak," kata Prabowo.
Baca juga: Politisi Gerindra Puji Gebrakan Andi Amran Bongkar Beras Oplosan
"Kalau mereka kembalikan Rp 100 triliun itu, oke. Kalau tidak, kita sita itu penggiling-penggiling padi yang berengsek itu," tegasnya.
Kasus beras oplosan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, beras oplosan beredar bahkan sampai di rak supermarket dan minimarket, dikemas seolah-olah premium, tetapi kualitas dan kuantitasnya menipu.
beras oplosan
beras
Presiden Prabowo
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo
Jaksa Agung RI ST Burhannudin
| Pemprov DKI Upayakan Stok Beras Premium Pasca Kasus Oplosan |
|
|---|
| Konsumen Resah Beras Premium di Minimarket Kosong Sejak Kasus Oplosan, Ini Reaksi Bapanas |
|
|---|
| Stok Beras Sempat Langka, Satgas Pangan Polri Pastikan Sudah Terkendali |
|
|---|
| Merek Beras Oplosan Ini Masih Dijual di Minimarket di Jakpus, Tak Ada Harga yang Tertera |
|
|---|
| Waspada Beras Oplosan, Empat Merek Ini Masih Beredar di Jakarta Pusat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/prabowo-beras.jpg)