Berita Ekonomi
Jutaan Driver Ojol Tolak Merger Grab dan Gojek, Minta Presiden Prabowo Turun Tangan
Dua raksasa perusahaan transportasi online, Gojek dan Grab, dikabarkan mau merger. Hal ini bikin resah driver ojol, karena ada praktik monopoli.
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Jutaan driver ojek online (ojol) sedang resah, karena tersiar kabar bahwa dua perusahaan besar di sektor transportasi online akan bersatu alias merger.
Kedua perusahaan itu adalah Grab Holding Limited dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).
Jika benar Grab mengakuisisi Gojek, maka bakal tercipta ekosistem transportasi online yang tak sehat, sebab sarat monopoli.
Baca juga: Geruduk Kemnaker, Ratusan Driver Desak Hentikan Isu Formalisasi Ojol Hingga Protes Grab Hemat
Ketua Umum Asosiasi Pengemudi Ojek Online Garda Indonesia Igun Wicaksono menolak keras rencana tersebut.
Ia mengungkap akan terjadi praktik kartel bisnis dalam ekosistem transportasi online.
"Apabila Grab mengakuisisi Gojek, maka tatanan ekosistem transportasi online akan membentuk super monopoli, sehingga hal ini tidak baik," katanya kepada Tribunnews, Senin (12/5/2025).
Igun meminta pemerintah hadir di dalam rencana akuisisi ini melalui Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).
Ia menilai dampak dari akuisisi akan sangat merugikan bagi pengemudi online, masyarakat, dan pelaku usaha dalam ekosistem aplikasi online.
Baca juga: Pantas Driver OJol Dapat THR Rp 50.000, Noel: Saya Telepon Grab dan Gojek, Mereka Itu Sambilan
Dampak lainnya menurut Igun apabila terjadinya kartel bisnis online ini adalah aplikasi lokal dan UMKM yang seharusnya dilindungi oleh pemerintah akan tergilas dan mati satu persatu akibat dikuasainya pasar, rantai supply, dan investasi.
"Mega akuisisi Grab Gojek jangan dianggap remeh dan didiamkan oleh Negara serta pemerintah, harus ditolak dan digagalkan," ujar Igun.
Ia menegaskan asosiasi akan terus memonitor aksi korporasi yang dinilai tidak sehat ini.
Baca juga: Pria Berjaket Ojol Bobol Rumah di Pondok Gede Bekasi, Curi Uang dan Emas, Kerugian Rp 50 Juta
Sebab, pengemudi online disebut adalah pihak pertama yang akan sangat dirugikan nantinya, karena kartel akan membentuk tarif sendiri dan potongan biaya aplikasi sendiri serta tidak akan tunduk pada regulasi pemerintah.
"Garda dengan tegas menolak dan ancaman aksi besar dari seluruh Indonesia menolak mega merger Grab Gojek akan terjadi," ucapnya.
"Garda akan menggerakan pengemudi online seluruh Indonesia untuk menolak aksi korporasi ini," imbuh Igun.
Ketua Umum POROS Jabar Nurman Jaelani, akuisisi akan mematikan pilihan bagi mitra driver, penjual, serta pengguna.
Dorong Inklusi Keuangan, Amartha Luncurkan Layanan Digital Baru |
![]() |
---|
Arkadas Luncurkan Solusi Pelacakan Perilaku Konsumen Berbasis POS |
![]() |
---|
Bank bjb syariah Resmi Catatkan Sukuk Wakalah Subordinasi I Tahun 2025 di Bursa Efek Indonesia |
![]() |
---|
Kinerja Jasa Raharja Moncer di Tengah Tantangan Ekonomi, Catat Laba Rp 1 Triliun Tahun 2024 |
![]() |
---|
Kampanyekan Program LogistikBaik, Lion Parcel Raih Indonesia Best CSR Awards 2025 |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.