PPDB 2024

Didemo Karena Banyak Siswa Miskin Ditolak Masuk SMAN 4 Depok, Ini Penjelasan Disdik Jabar

ratusan massa menggelar demonstrasi di depan SMAN 4 Depok menuntut dugaan kecurangan PPDB 2024 dimana siswa miskin ditolak di jalur afirmasi

Wartakotalive.com/ M Rifqi Ibnumasy
Demonstrasi di SMAN 4 Kota Depok menuntut adanya dugaan kecurangan PPDB pada Selasa (25/6/2024). Pasalnya banyak siswa miskin terlempar saat daftar di jalur afirmasi. 

WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK -- Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat menanggapi aksi demonstrasi ratusan massa di SMAN 4 Kota Depok yang memprotes pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Jalur Afirmasi.

Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah II Jawa Barat, Asep Sudarsono mengklaim, pelaksanaan PPDB 2024 lebih kondusif.

Asep menjelaskan, banyaknya siswa dengan ekonomi bawah tidak diterima PPDB jalur afirmasi di SMAN 4 Kota Depok karena keterbatasan kuota.

Baca juga: Oknum Kepala SMKN di Kota Bekasi Diduga Jual Formulir PPDB, Harganya Rp25 ribu

“Tapi karena yang tidak mampu itu lebih dari kuota yang seharusnya ada, kan kuota kita 15 persen (jalur afirmasi) tetapi yang daftar itu melebihi itu,” kata Asep kepada awak media, Kamis (27/6/2024).

“Ketika lebih dari 15 % maka kita akan menggunakan jarak,” sambungnya.

Menimbang hal itu, maka PPDB jalur afirmasi di SMAN 4 Kota Depok yang dikhususkan untuk siswa miskin tetap mempertimbangkan jarak atau zonasi.

Baca juga: Faktor Usia di Sistem Zonasi PPDB, Rizal Mengeluh Anaknya Gagal Masuk ke SMAN 81 Jakarta

Disdik Jabar menyarankan, bagi siswa miskin yang tidak diterima pada PPDB jalur afirmasi dapat mendaftar kembali melalui jalur prestasi.

Meski demikian, bagi siswa dengan tingkat ekonomi miskin ekstrim yang tidak diterima di sekolah negeri akan mendapatkan bantuan Rp 3 juta.

“Dinas Pendidikan Jawa Barat, dalam hal ini Pemda Jawa Barat memberikan bantuan 3 juta asal dia itu yang miskin ekstrem,” pungkasnya. 

Demo di SMAN 4 Kota Depok 

Sebelumnya, ratusan massa menggelar demonstrasi di depan SMAN 4 Depok menuntut dugaan kecurangan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), Selasa (25/6/2024) siang.

Massa yang tergabung dalam Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) tersebut meminta transparansi pelaksanaan PPDB di Depok.

Ketua DKR, Roy Pangharapan menilai, pelaksanaan PPDB di Depok amburadul setiap tahunnya.

“Persoalan di lapangan adalah masih berulang, saya nggak ngerti mereka mengapa tidak melakukan evaluasi,” kata Roy di lokasi.

PPDB jalur afirmasi dianggap cacat karena banyak siswa miskin di lingkungan SMAN 4 Depok justru tidak diterima.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved