Berita Nasional

Erwin Aksa: Golkar Menggunakan Sistem Merit, Jokowi harus Ikut Pelatihan jika Gabung

Kenaikan perolehan suara Golkan bukan karena Jokowi Effect. Jokowi harus ikut pelatihan jika ingin menjadi kader Golkar.

Editor: Rusna Djanur Buana
KOMPAS.com/NIRMALA MAULANA A
Wakil Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, Erwin Aksa ditemui di Fanta Headquarters, Menteng, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu. Erwin menyebut Jokowi harus ikut pelatihan sebagai kader jika ingin gabung. 

WARTAKOTALIVECOM, JAKARTA-- Wakil Ketua Umum Partai Golkar Erwin Aksa menegaskan seluruh kader partai bekerja keras untuk memperoleh hasil maksimal di Pemilu 2024.

Dia juga menegaskan, perolehan suara dan kursi di DPR bukan karena diendorse oleh Presiden Joko Widodo.

Real count Komisi Pemilihan Umum (KPU) menempatkan Partai Golkar menempati urutan kedua perolehan suara sebesar 15,05 persen.

Partai besutan Airlangga Hartarto ini hanya kalah dari PDI Perjuangan yang meraih 16,39 persen, sedangkan Gerindra di urutan ketiga dengan 13,3 persen.

Sebagai catatan, pada Pemilu 2019, Golkar berada di urutan ketiga di bawah PDIP dan Partai Gerindra.

Menurut Aksa, peningkatan perolehan suara pada pemilihan umum (Pemilu) 2024 berkat kegigihan para kader dan bukan dampak dari kedekatan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) atau "Jokowi Effect".

Menurutnya peningkatan perolehan suara karena para calon anggota legislatif (caleg) yang diusung bekerja maksimal dalam meraih dukungan.

Baca juga: Isu Bergabung dengan Partai Golkar, Jokowi Ingin Tegaskan Diri Sebagai Pemain Kunci

“Saya kira faktor yang menaikkan Golkar ini caleg, kan ini pemilihan terbuka. Suara calegnya lebih besar dari suara partai,” ucap Erwin dikutip Kompas.com dari dari Kompas TV, Selasa (12/3/2024).

Menurut Erwin, iklan kampanye Partai Golkar yang menampilkan Presiden Jokowi merupakan keinginan bersama dengan partai.

“Iklan karena Pak Jokowi-nya mau juga kan meng-endorse Golkar. Apakah efeknya terhadap Golkar ada? Tergantung penelitian,” ucap Erwin.

Soal isu Jokowi bakal merapat ke Partai Golkar, Erwin menyatakan mereka sangat terbuka karena dia mengeklaim visi dan misi keduanya mirip.

“Untuk masuk menjadi anggota, silakan. Kita punya pelatihan juga di Golkar. Nanti ikut pelatihan juga di Golkar. Banyak hal yang harus diikuti dalam Golkar karena kita berbasis meritokrasi,” ucap Erwin.

Mustahil langsung ketua umum

Pada kesempatan yang sama Erwin Aksa menyebut mustahil Presiden Joko Widodo (Jokowi) bergabung dan langsung bersaing menjadi ketua umum tanpa mengikuti aturan anggaran dasar/anggaran rumah tangga (AD/ART).

Menurut Erwin, Jokowi harus mengikuti aturan main jika ingin bergabung dan bersaing dalam bursa calon ketua umum Golkar.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved