Viral Medsos

Mahfud MD Sebut Orang Makan Sambal Ganja Tidak Boleh Dihukum: Karena Tidak Ada Dalam Undang-undang

Menko Polhulkam Mahfud MD sebut orang minum ganja hingga orang makan sambal ganja tidak boleh dihukum karena tidak ada dalam undang-undang.

|
Editor: PanjiBaskhara
Tribun
Di acara Dies Natalis Ke-54 Universitas Malikussaleh, Menko Polhulkam Mahfud MD sebut orang minum ganja hingga orang makan sambal ganja tidak boleh dihukum karena tidak ada dalam undang-undang. Foto: Mahfud MD 

Ganja menjadi simbol budaya hippie yang pernah populer di Amerika Serikat.

Hal ini biasanya dilambangkan dengan daun ganja yang berbentuk khas.

Selain itu, ganja dan opium juga didengungkan sebagai simbol perlawanan terhadap arus globalisasi yang dipaksakan negara kapitalis terhadap negara berkembang.

Di India, sebagian Sadu yang menyembah dewa Siwa menggunakan produk derivatif ganja untuk melakukan ritual penyembahan dengan cara menghisap hasis melalui bong dan minum bhang.

Sejak 10 Desember 2013, Uruguay melegalkan ganja untuk diperjualbelikan dan dikonsumsi di negara tersebut.

Ganja Jadi Kontroversi

Beberapa negara menggolongkan tumbuhan ini sebagai narkotika, walaupun tidak terbukti bahwa pemakainya menjadi kecanduan, berbeda dengan obat-obatan terlarang jenis lain yang menggunakan bahan-bahan sintetis atau semisintetis yang merusak sel-sel otak.

Di antara pengguna ganja, beragam efek yang dihasilkan, terutama euforia.

Meskipun dampak penggunaan ganja bagi kesehatan masih membutuhkan penelitian lebih lanjut, tetapi kadar tetrahidrokanabinol pada ganja yang semakin meningkat dari tahun ke tahun patut diperhatikan.

Kadar tetrahidrokanabinol pada daun ganja dulu berkisar antara 1 persen sampai 4 persen, saat ini kadarnya bisa mencapai 7 persen.

Semakin meningkatnya kadar tetrahidrokanabinol dapat menyebabkan seseorang semakin mudah alami ketergantungan terhadap ganja.

Efek negatif secara umum adalah pengguna akan menjadi malas dan otak akan lamban dalam berpikir.

Namun, hal ini masih menjadi kontroversi, karena tidak sepenuhnya disepakati oleh beberapa kelompok tertentu yang mendukung ganja untuk medis dan ganja untuk rekreasi.

Selain diklaim sebagai pereda rasa sakit, dan pengobatan untuk penyakit tertentu (termasuk kanker), banyak juga pihak yang menyatakan adanya lonjakan kreativitas dalam berpikir serta dalam berkarya terutama pada para seniman seperti pelukis dan musisi.

Lonjakan kreativitas juga dipengaruhi oleh jenis ganja yang digunakan.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved