Kabar Duka

Akui Tidak Bisa Lagi Berdakwah, Status Ustaz Das'ad Latif Dibanjiri Doa: Syafakallah Ustadz

Akui Tidak Bisa Lagi Berdakwah, Status Ustaz Das'ad Latif Dibanjiri Doa: Syafakallah Ustadz

Penulis: Dwi Rizki | Editor: Dwi Rizki
Instagram @dasadlatif1212
Ustaz Das'ad Latif tengah dirawat di rumah sakit 

Adik kandung Ustad Dasad Latif itu mengatakan, kondisi kakaknya dua bulan terakhir ini menurun.

"Saat ini beliau dirawat di salah satu rumah sakit di Singapura. Saya juga sementara mendampingi beliau di sini. Gejala awalnya karena kelelahan dan susah untuk makan. Untuk kondisi lebih lanjut, saat ini, masih sementara di observasi juga," kata Lukman kepada Tribun Timur, Senin (20/3/2023).

Lukman menuturkan, dua bulan terakhir ini jadwal ceramah Ustad Dasad Latif sangat padat dan kemungkinan lupa untuk istirahat.

"Betul-betul kelelahan. Di sela aktivitas mungkin lupa istirahat. Sehingga tidak seimbang dengan aktivitas dan asupan gizi yang masuk di tubuh beliau," ungkapnya.

Dia pun berharap masyarakat Indonesia mendoakan kesembuhan Ustad Dasad Latif.

"Harapan kami dari pihak keluarga untuk kesembuhan ustad. Atas nama Ustad Dasad Latif, kami mengapresiasi kepada jamaah di tanah air atas doa-doa dan perhatiannya. Saat ini, yang dibutuhkan ustad yakni istirahat dan fokus untuk penyembuhan," bebernya.

Ia juga meminta maaf karena jelang Ramadan ini, Ustad Dasad Latif belum bisa beraktivitas.

"Mungkin ada yang mau menjenguk ustad, kami sampaikan terima kasih. Namun, imbauan kami, agar kiranya untuk sementara ini, ustad fokus istirahat dulu dan doakan beliau bisa segera sembuh serta bisa bertemu dengan jamaah beliau di tanah air. Karena beliau juga sudah rindu," sebutnya.

Sosok Ustaz Das'ad Latif

Siapa yang tidak kenal Ustadz kondang yang sedang viral dengan ceramahnya baru-baru ini mengenai hari kiamat.

Yakni Ustad Das'ad Latif.

Melansir dari akun Facebook-nya, ia lahir tanggal 21 Desember 1973, di Makassar, Sulawesi Selatan.

Aktivitasnya selain sebagai penceramah, juga aktif sebagai dosen tetap di Universitas Hassanudin Makassar, Universitas Malaysia dan Peneliti.

Ustad Das'ad Latif kerap mengisi ceramah diberbagai tempat, tidak hanya dilingkup wilayahnya tetapi hampir diseluruh Indonesia, seperti Pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan dan sebagainya.

Beberapa ceramah dan aktivitasnya dapat di lihat di media sosial miliknya, ia memiliki beberapa akun media sosialnya seperti Facebook, Twitter, Instagram dan sering membagikan ceramahnya di kanal YouTube miliknya Das'ad Latif.

Sejak 2018 lalu ustad yang juga berbisnis travel ini telah resmi menyandang gelar doktor dalam bidang Syariah/Hukum Islam program Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar.

Tak Pernah Pacaran dengan sang istri

Melansir dari makassar.tribunnews.com, Dasad Latif mengaku tidak pernah pacaran dengan istrinya sekarang. 

Ia mengungkapkan jika saat menikah dengan Hj. Naurah Shiddiqiah binti Nasrun Hamdat, sang istri masih usia 16 tahun.

Ihwal perkenalan sang ustad dengan Ummi, tanpa sengaja. 

Bagi Dasad Latif, Hj Naurah Shiddiqiah binti Nasrun Hamdat memang jodoh yang sudah jadi suratan takdirnya.

Dasad Latif hanya diperkenalkan sekilas oleh seorang ustadz di acara pernikahan massal, di Ponpes Darul Istiqomah, Maros.

"Acaranya hari Ahad. Hari Jumat, saya sudah bertandang ke rumah sang istri untuk melamar. Saya sama istri ndak pernah pacaran. Ndak pernah lihat fotonya. Haqqul yaqin saja saat baru melihatnya saat ijab qabul. Saya penasaran. 'Cantik-ji ini, istriku, cantik-ji, eh ternyata cantik sekali,” ujarnya pada ceramah di kampung halamannya.

Hj Naurah Shiddiqiah binti Nasrun Hamdat adalah putri pengusaha ternama di Gowa dan Makassar, Haji Nasrun Hamdat.

Uang panaik (uang belanja nikah) saat melamar, nominalnya serba tiga. 

Rp 333 juta dalam uang panaik.

Dia juga memberi satu unit rumah papan atas di kawasan Panakkukang, Makassar.

Maharnya  333 real saudi, 333 gram besar, 1 unit rumah.

Passikko, sebagai sunrang. Ada juga seperangkat perhiasan emas dan cicin kawin.

Pernah nyalon Wali Kota Makassar

Ustad Dasaat latif pernah mengikuti kontes politik pada pemilihan walikota makasaar pada 2013 silam.

Mengutip dari makassar.tribunnews.com, ia berpasangan dengan Tamsil Linrung dengan partai pengusung PKS dan Hanura.

Namun tahun berikutnya ia tidak menyalonkan diri karena terganjal peraturan yang mengikatnya sebagai pegawai negeri. 

Hingga kini ia aktif sebagai penceramah dan juga pengajar di kampus.

Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved