Aksi Terorisme

CARA Kelompok Teroris Kumpulkan Dana, Jual Aset Pribadi, Merampok, Hingga Manfaatkan Pinjol

Ramadhan menjelaskan, modus pencarian dana itu dilakukan secara offline maupun online.

Editor: Yaspen Martinus
Kompas.com
IA (22), mahasiswa di Malang, Jawa Timur, ditangkap Densus 88 karena terlibat mendanai kelompok teroris Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - IA (22), mahasiswa di Malang, Jawa Timur, ditangkap Densus 88 karena terlibat mendanai kelompok teroris Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

Lantas, bagaimana modus pengumpulan dana yang biasa dilakukan oleh kelompok teroris?

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan menjelaskan, pengumpulan dana yang dilakukan oleh berbagai kelompok teroris di Indonesia memang masih masif.

Baca juga: Per Maret 2022, Calon Pemilih di Pemilu 2024 Ada 190.573.769 Jiwa

"Dinamika perkembangan teknologi secara global mempengaruhi modus pencarian dana yang dilakukan kelompok terorisme, terutama kelompok JAD dan AD selaku pendukung ISIS," kata Ramadhan saat dikonfirmasi, Kamis (26/5/2022).

Ramadhan menjelaskan, modus pencarian dana itu dilakukan secara offline maupun online.

Untuk offline, ada tiga modus yang biasa dilakukan, yaitu donasi, menjual aset pribadi, hingga merampok.

Baca juga: Menteri Agama: Selamat Merayakan Hari Kenaikan Isa Almasih, Mari Terus Pererat Kerukunan Umat

"Sumbangan atau donasi secara offline dilakukan dengan berbagai cara, baik menyumbangkan atau memberikan uang atau aset yang dimiliki secara langsung kepada sesama anggota kelompok, untuk melaksanakan rencana terorisme," ungkapnya.

Ramadhan kemudian menjelaskan modus menjual aset pribadi untuk mengumpulkan dana.

Cara ini digunakan kelompok teroris untuk mendanai dirinya sendiri untuk kegiatan terorisme.

Baca juga: Polri: Pelat Nomor Putih Nanti Dibikin Bagus dan Gratis, Ngapain Beli Online?

"Aset pribadi merupakan salah satu cara untuk mendanai diri sendiri sebagai modal untuk melaksanakan kegiatan terorisme."

"Pada aspek ini cenderung digunakan untuk biaya hijrah pergi ke luar negeri, baik ke Suriah maupun Filipina, untuk bergabung dengan kelompok ISIS yang ada di sana," beber Ramadhan.

Ramadhan menjelaskan, modus pengumpulan dana dengan cara merampok atau biasa disebut Fa'i.

Baca juga: Ketua MK Anwar Usman Nikahi Adik Jokowi, Maruf Amin dan Panglima TNI Jadi Saksi

Cara ini pernah dilakukan oleh kelompok teroris Abu Roban dengan merampok kantor BRI, Kantor Pos, hingga toko bangunan pada 2013 lalu.

"Di tahun 2016 ada juga yang melakukan perampokan toko emas untuk biaya hijrah ke Suriah."

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved