Ujaran Kebencian

Sebelum Sidang Perdana, Edy Mulyadi Minta Maaf Lagi kepada Warga Kalimantan, Berharap Divonis Adil

Pantauan Tribunnews di lokasi, Edy hadir mengenakan rompi tahanan berwarna merah. Ia memasuki ruang sidang sekira pukul 11.10 WIB.

Editor: Yaspen Martinus
TRIBUNNEWS/IGMAN IBRAHIM
Terdakwa Edy Mulyadi menjalani sidang perdana kasus ujaran kebencian terkait ucapan 'tempat jin buang anak', di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (10/5/2022). 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Terdakwa Edy Mulyadi menjalani sidang perdana kasus ujaran kebencian terkait ucapan 'tempat jin buang anak', di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (10/5/2022).

Pantauan Tribunnews di lokasi, Edy hadir mengenakan rompi tahanan berwarna merah. Ia memasuki ruang sidang sekira pukul 11.10 WIB.

Edy disambut sejumlah pendukungnya yang sudah menunggu di dalam ruang sidang. Tak sedikit yang mengajak Edy berfoto.

Baca juga: Adik Kandung Gus Dur Lily Wahid Meninggal, Bakal Dimakamkan di Kompleks Pondok Pesantren Tebuireng

"Pertama saya sekali lagi saya minta maaf, itu penting."

"Saya minta maaf ke temen-temen dan saudara-saudara saya di Kalimantan," kata Edy sebelum memulai sidang perdana di PN Jakpus, Selasa (10/5/2022).

Edy berharap kasus yang menjeratnya ini bisa diadili dengan transparan dan seadil-adilnya.

Baca juga: UPDATE Covid-19 RI 9 Mei 2022: 15 Pasien Wafat, 353 Orang Sembuh, 254 Positif

"Ini kita diadili di pengadilan. Saya udah baca-baca, pengadilan adalah tempat masyarakat mencari keadilan."

Dan saya berharap betul-betul ini akan berproses secara adil, transparan, murni secara hukum, sehingga nanti akan divonis secara adil juga," ucapnya.

Eddy mengatakan, putusan yang adil akan ada pertanggungjawaban di akhirat nanti.

Baca juga: Pemerintah Bakal Terus Terapkan PPKM Jawa-Bali, tapi Aturannya Semakin Dilonggarkan

"Kalau adil Allah akan berikan ganjaran surga insyallah. Kalau tidak adil, mohon maaf, neraka jahanam. Itu aja intinya," paparnya.

Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum dan Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat sebelumnya telah melimpahkan berkas perkara Edy Mulyadi, ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

"Setelah pelimpahan berkas perkara, maka jaksa penuntut umum (JPU) akan menghadirkan terdakwa di persidangan."

Baca juga: Masinton Ungkap Dugaan Mahalnya Harga Minyak Goreng untuk Biayai Wacana Tunda Pemilu 2024

"Setelah mendapatkan penetapan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat," kata Kapuspenkum Kejaksaan Agung Ketut Sumedana, Selasa (26/4/2022).

Pelimpahan itu dilaksanakan berdasarkan Surat Pelimpahan Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat Nomor: B-296/M.1.10/Eku.2/04/2022 tanggal 25 Maret 2022 atas nama terdakwa Edy Mulyadi.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved