Formula E

Sebut Kearifan Lokal, Gembong Mengaku Tak Bisa Paksa Anies Pakai Pawang Hujan untuk Formula E 

Meski begitu, Gembong yakin Anies tidak perlu memakai jasa pawang hujan karena bulan Juni biasanya jatuh pada musim panas.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Feryanto Hadi
Wartakotalive/Yulianto
Petinggi DPD PDIP DKI, Gembong Warsono 

Mbak Rara tampak beraksi ketika hujan dan petir turun sesaat sebelum balapan utama dimulai.

Akibat hujan deras yang turun, balapan pun sempat ditunda.

Sosok Mbak Rara pun menjadi perbincangan hangat.

Warganet menanggapinya beragam, baik pro maupun kontra.

Sebagian menganggap Mbak Rara gagal mencegah turunnya hujan.

Di sisi lain, sebagian warganet menganggap mbak Rara sukses mengendalikan hujan.

Menparekraf Sandiaga Uno pun turut berkomentar mengenai aksi pawang hujan di gelaran MotoGP Mandalika.

Sandi mengatakan aksi wanita yang akrab disapa Mak Rara itu merupakan salah satu bentuk kearifan lokal.

Sandi berkisah, cuaca di Mandalika cukup baik saat berlangsung Moto 1 dan Moto 2.

Namun, cuaca berubah begitu cepat jelang balapan utama MotoGP dimulai.

Baca juga: Momentum saat Anies Basah Kuyup Diguyur Hujan di Tribun Penonton, Warga Berebut Minta Foto Bareng

"Kita lagi membahas teknisnya, kita mendapatkan laporan cuaca akan hujan sekitar 1 jam makanya kita memakai data-data tersebut. Tapi terus diperlihatkan di TV ada Mbak Rara itu menurut saya bagian dari hiburan, atraksi, kearifan lokal mungkin budaya yang bisa menjadi daya tarik sendiri," ujar Sandiaga Uno, Minggu.

Namun, kata Sandi, terpenting balapan bisa terlaksana meskipun sempat ditunda.

"Tapi tentunya, pada akhirnya Tuhan Allah YME yang berkehendak, bahwa racenya ditunda 1 jam dan bisa terlaksana. Mudah-mudahan balapan ini menjadi momen yang memorable dan berkesan bagi riders, pencinta MotoGP dan seluruh rakyat Indonesia," ungkap Sandiaga.

Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved