Dugaan Suap Lelang Jabatan

KPK Menduga Sekda Reny Hendrawati Kecipratan Uang dari Wali Kota Bekasi Non Aktif Rahmat Effendi

Sekda Kota Bekasi Reny Hendrawati diduga kecipratan aliran uang dari Wali Kota Bekasi non aktif, Rahmat Effendi.

Editor: Sigit Nugroho
Tribunnews.com
Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara Penindakan KPK Ali Fikri 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bekasi Reny Hendrawati diduga kecipratan aliran uang dari Wali Kota Bekasi non aktif Rahmat Effendi

Hal itu terungkap saat Reny diperiksa tim penyidik KPK sebagai saksi kasus dugaan suap proyek dan lelang jabatan di Pemkot Bekasi yang menjerat Rahmat Effendi, Kamis (17/2/2022). 

Dalam pemeriksaan itu, Reny mengembalikan uang yang diterimanya kepada tim penyidik. 

Lalu, uang itu akan dianalisis tim penyidik untuk melengkapi berkas Rahmat Effendi.

Baca juga: KPK Duga Rahmat Effendi Potong Tunjangan Lurah di Bekasi untuk Kepentingannya Sendiri

Baca juga: Diperiksa KPK Sebagai Saksi, Ketua DPRD Bekasi Mengaku Dikasih Rp200 Juta oleh Rahmat Effendi

Baca juga: Sindir Formula E, Satgas Pemburu Koruptor Gelar Unjuk Rasa di Gedung KPK Sambil Membawa Mobil Tamiya

"Selain itu tim penyidik juga menerima pengembalian sejumlah uang dari saksi dan nantinya akan dianalisa lebih lanjut untuk melengkapi berkas perkara tersangka RE (Rahmat Effendi) dan kawan-kawan," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Jumat (18/2/2022).

Selain mengembalikan uang yang diterimanya, dalam pemeriksaan ini, Reny dicecar tim penyidik mengenai aliran uang yang diterima Rahmat Effendi

"Masih terus dilakukan pendalaman terkait aliran uang yang diterima tersangka RE," ucap Ali. 

Tak hanya Reny, dalam mengusut kasus dugaan suap Rahmat Effendi, tim penyidik juga memeriksa sejumlah saksi lainnya. 

Beberapa di antaranya, dua staf Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Pemkot Bekasi, Syarif dan Sau Mulya. 

BERITA VIDEO: Keluh Pengusaha Tahu di Kota Bekasi Dampak Harga Kedelai Tinggi

Keduanya dikonfirmasi mengenai uang mereka sebagai ASN yang dipotong Rahmat Effendi

"Keduanya hadir dan didalami pengetahuannya antara lain terkait uang-uang yang dipotong dari penghasilan pokok sebagai ASN di Pemkot Bekasi yang diduga diperuntukkan bagi tersangka RE," terang Ali. 

Sementara, pensiunan ASN/Ketua Panitia Pembangunan Mesjid Ar Ryasakha, Widodo Indrijanto, dicecar penyidik mengenai aliran uang Rahmat Effendi ke beberapa kegiatan di Kota Bekasi. 

Pada hari kemarin, tim penyidik juga memeriksa Rahmat Effendi dan Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan PTSP M. Bunyamin. 

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved