Diperiksa KPK Sebagai Saksi, Ketua DPRD Bekasi Mengaku Dikasih Rp200 Juta oleh Rahmat Effendi

Pemeriksaan dilakukan untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka sekaligus Wali Kota nonaktif Bekasi Rahmat Effendi.

Editor: Yaspen Martinus
istimewa
KPK memeriksa Ketua DPRD Bekasi Chairoman J Putro sebagai saksi, dalam kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa serta lelang jabatan di Pemerintah Kota Bekasi. Usai diperiksa, Chairoman mengaku diberikan uang Rp200 juta oleh Rahmat Effendi. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Ketua DPRD Bekasi Chairoman J Putro sebagai saksi, dalam kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa serta lelang jabatan di Pemerintah Kota Bekasi.

Pemeriksaan dilakukan untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka sekaligus Wali Kota nonaktif Bekasi Rahmat Effendi.

Usai diperiksa, Chairoman mengaku diberikan uang Rp200 juta oleh Rahmat Effendi.

Baca juga: Jokowi Diharapkan Pilih Putra Asli Kalimantan Jadi Kepala Otorita Ibu Kota Negara Nusantara

Uang itu berkaitan dengan kasus yang menjerat Rahmat Effendi.

"Jadi, tepatnya bukan menerima, tapi diserahkan," ucap Chairoman di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa (25/1/2022).

Chairoman menuturkan, awalnya dia tidak mengetahui total uang yang diberikan oleh Rahmat Effendi tersebut.

Baca juga: Satgas Covid-19: Untuk Pertama Kali Kita Berhasil Lewati Libur Nataru dengan Kasus Terkendali

Namun, dia mengatakan uang itu sudah diserahkan kepada KPK.

Total uangnya baru diketahui saat dihitung oleh penyidik KPK.

"Karena sudah menjadi kewajiban kita, pelaporan itu sudah dilakukan sejak tanggal 17 Januari 2022."

Baca juga: Ketua Komnas KIPI Pastikan Vaksin Covid-19 Tak Bisa Ubah DNA Manusia, Tidak Masuk ke Inti Sel

"Dan itu awalnya kita enggak tahu berapa jumlahnya, sehingga dihitung langsung oleh petugas KPK, dan mereka menghitungnya sebesar Rp200 juta," beber Chairoman.

Chairoman mengaku tidak mengetahui maksud Rahmat Effendi memberikan uang itu kepadanya.

Uang itu diberikan melalui perpanjangan tangan Rahmat Effendi.

Baca juga: Komitmen Jaga Kerahasiaan Data Diabetesi, Aplikasi Ini Diganjar Sertifikasi ISO 27001

Terpisah, Pelaksana Tugas KPK Ali Fikri mengatakan tim penyidik meminta Chairoman untuk menjelaskan proses pengajuan anggaran di Bekasi.

Beberapa proyek yang dianggarkan diyakini dimainkan oleh Rahmat Effendi.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved