Ujaran Kebencian

Diduga Lontarkan Ujaran Kebencian Seperti Edy Mulyadi, Polisi Cecar Azam Khan dengan 30 Pertanyaan

Dalam video itu, Azam Khan sempat mengutarakan narasi 'hanya monyet yang mau tinggal di Kalimantan.'

Editor: Yaspen Martinus
Tribunnews.com
Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri memeriksa advokat Azam Khan (paling kanan) sebagai saksi, Rabu (2/2/2022), terkait kasus Edy Mulyadi. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri memeriksa advokat Azam Khan sebagai saksi, Rabu (2/2/2022).

Dia diperiksa terkait kasus yang menjerat Edy Mulyadi.

Azam Khan juga menjadi sorotan, karena berada di dalam satu video dengan Edy Mulyadi.

Baca juga: Jokowi: Omicron Dapat Disembuhkan Tanpa Harus ke Rumah Sakit

Dalam video itu, Azam Khan sempat mengutarakan narasi 'hanya monyet yang mau tinggal di Kalimantan.'

"Kami sampaikan pada Hari Rabu tanggal 2 Februari 2022, penyidik Direktorat siber Bareskrim Polri telah melakukan pemeriksaan terhadap Saudara AK sebagai saksi," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (4/2/2022).

Ramadhan menuturkan, Azam Khan diperiksa selama 10 jam oleh penyidik. Dia dicecar 30 pertanyaan.

Baca juga: Pernah Jadi Korban Tak Langsung, Drajad Wibowo Minta Menkes Audit Laboratorium Tes Covid-19

"Pemeriksaan berlangsung sejak pukul 10.00 sampai dengan pukul 17.00, dengan pertanyaan sebanyak 30 pertanyaan," jelas Ramadhan.

Ramadhan menambahkan, Azam Khan diperiksa oleh penyidik terkait pengembangan kasus Edy Mulyadi.

Namun, dia tidak menjelaskan materi pemeriksaan kasus tersebut.

Baca juga: Diminta Pulang oleh Jokowi, Ainun Najib Mengaku Belum Ada Pendekatan Resmi

"AK tersebut diperiksa terkait kasus EM," terang Ramadhan.

Sebelumnya, Perekat Nusantara dan LBH MADN selaku kuasa hukum Majelis Adat Dayak Nasional (MADN), mendesak Polri memproses hukum Azam Khan, yang diduga melakukan ujaran kebencian terhadap warga Kalimantan.

Koordinator Perekat Nusantara Petrus Salestinus mengatakan, dalam video yang beredar, Azam Khan turut menyampaikan pandangannya terkait pemindahan Ibu Kota Negara ke Kalimantan Timur.

Baca juga: Tiap Kasus Ada Masa Kedaluwarsa, KPK Terus Buru Paulus Tannos, Bersyukur Ada Perjanjian Ekstradisi

Ucapan Azam dilontarkan tak lama setelah Edy Mulyadi menyampaikan kritiknya dalam sebuah forum pernyataan sikap.

"Mengapa tidak dilakukan tindakan kepolisian?"

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved