Diminta Pulang oleh Jokowi, Ainun Najib Mengaku Belum Ada Pendekatan Resmi

Presiden Jokowi meminta PBNU membujuk Ainun Najib pulang ke Indonesia.

Editor: Yaspen Martinus
nu.or.id
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) membujuk Ainun Najib pulang ke Indonesia. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Presiden Jokowi meminta PBNU membujuk Ainun Najib pulang ke Indonesia.

Ainun Najib merupakan pakar teknologi di bidang data sains. Ia sempat bekerja di sejumlah perusahaan di Singapura.

Dikutip dari NU Online, Ainun Najib mengaku belum ada pendekatan atau ajakan dari siapapun berkaitan dengan pernyataan Presiden Jokowi tersebut.

Baca juga: Pelaku Perjalanan Luar Negeri Kini Dibolehkan Lakukan Tes Pembanding Saat Karantina

Ia mengaku bingung merespons keinginan Presiden tersebut.

“Belum tahu mesti merespons bagaimana, belum ada approach (pendekatan) resmi yang datang juga,” kata Ainun kepada NU Online, Kamis (3/2/2022).

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut khusus nama Ainun Najib, saat pengukuhan PBNU Masa Khidmat 2022-2027 dan Harlah ke-96 NU, di Balikpapan Sport and Convention Center, Kalimantan Timur, Senin (31/1/2022).

Lantas, siapa Ainun Najib?

Dikutip Wartakotalive dari laman nu.or.id, Ainun Najib adalah inisiator KawalCovid-19.

Baca juga: Dua Pecatan KPK Lolos Seleksi Administrasi Calon Anggota Dewan Komisioner OJK

Ainun adalah warga NU kelahiran Gresik, Jawa Timur, 20 Oktober 1985.

Prestasinya di bidang sains dan teknologi terasah sejak bersekolah di SMUN 5 Surabaya.

Ketika itu, ia meraih penghargaan honorable mention setelah menjadi anggota tim Indonesia dalam Olimpiade Informatika Asia Pasifik 2003.

Baca juga: Menteri Agama: Selamat Tahun Baru Imlek 2573 Khongzili, Semoga Segala Persoalan Dapat Teratasi

Ia kemudian melanjutkan pendidikan sarjana di Universitas Teknologi Nanyang (NTU) Singapura, jurusan Teknik Komputer.

Ainun pernah mewakili NTU dalam perlombaan pemrograman perguruan tinggi internasional atau ACM ICPC pada 2006-2007, bersama dua mahasiswa Indonesia lainnya.

Tim tersebut menjuarai ACM ICPC level regional Asia di Teheran, Iran, pada 2006.

Baca juga: Pasien Covid-19 yang Dirawat di RSDC Wisma Atlet Kemayoran Tembus 4.590 Orang, Paling Banyak Wanita

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved