Ujaran Kebencian

Tuding Ada Provokator, Kuasa Hukum Edy Mulyadi: Orang Jakarta Biasa Ngomong Tempat Jin Buang Anak

Menurut Herman, pernyataan 'tempat jin buang anak' itu merupakan istilah untuk tempat yang jauh dan sepi.

Editor: Yaspen Martinus
istimewa via Tribunnews
Herman Kadir, ketua tim kuasa hukum Edy Mulyadi, menduga ada kepentingan politik dalam kasus yang melibatkan kliennya. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Herman Kadir, ketua tim kuasa hukum Edy Mulyadi, menduga ada kepentingan politik dalam kasus yang melibatkan kliennya.

Herman lantas meminta polisi mengungkap siapa provokator di balik kasus dugaan ujaran kebencian yang menjerat Edy Mulyadi.

"Kami berharap kepada Mabes Polri supaya menyidik pelaku provokator ini."

Baca juga: Tiga Anak Buahnya Gugur di Papua, Jenderal Dudung: Saya Merasa Kehilangan tapi Tak Bisa Kejar Pelaku

"Kami berharap itu. Karena apa? Ini ada provokatornya. Ada kepentingan politik di sini, di kasus Pak Edy ini," kata Herman saat ditemui awak media di Bareskrim Polri, Jumat (28/1/2022).

Edy Mulyadi dilaporkan terkait kasus ujaran kebencian atas ungkapannya yang menyebut 'tempat jin buang anak' saat sedang membicarakan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur.

Terkait hal itu, Herman menyatakan kliennya tidak pernah menyebut atau pun menyindir warga Kalimantan.

Baca juga: Bupati Langkat Pelihara Tujuh Satwa Dilindungi, dari Orangutan Hingga Elang, 5 Tahun Bui Menanti

Kata Herman, dirinya bisa memastikan itu, setelah beberapa kali memutar ulang video acara yang turut dihadiri Edy Mulyadi dalam akun YouTube.

Menurut Herman, pernyataan 'tempat jin buang anak' itu merupakan istilah untuk tempat yang jauh dan sepi.

Hal itu, kata dia, sudah kerap kali dikatakan banyak orang dan wajar diungkapkan.

Baca juga: Tujuh Hari Setelah Disahkan, Sekjen DPR Serahkan UU IKN ke Sekretariat Negara

"Tidak ada menyinggung suku, adat, ras sama sekali, yang ada hanya jin buang anak itu saja."

"Jin buang anak itu ditafsirkan Edy itu adalah tempat yang jauh, sepi, itu wajar, orang-orang Jakarta udah biasa ngomong begitu," papar Herman.

Maka itu, tim kuasa hukum Edy berharap polisi juga bisa mengusut pihak yang menimbulkan kontroversi ini dan diduga provokator dalam perkara tersebut.

Baca juga: Usulan Masa Kampanye Pemilu 2024 Dipersingkat, KPU: 120 Hari Sudah Dipadatkan

"Ya kami akan meminta itu, meminta pelaku yang provokator, untuk memberontaknya masyarakat Kalimantan ini siapa? Ada provokatornya ini."

"Kami minta polisi mengungkapkan ini," ucap Herman.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved