Jumat, 17 April 2026

Indostrategic: Paslon di Pilpres 2024, Prabowo-Puan Vs Anies-AHY

Menurutnya ada dua kandidat kuat yang akan bersaing menjadi presiden dan wakil presiden dalam Pilpres 2024.

Warta Kota/ Yolanda Putri Dewanti
Total Politik mengadakan diskusi bertemakan 'Mungkinkah Capres Teratas Versi Survei Berubah' di Kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (05/12/21). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Sejumlah tokoh mulai diprediksi bakal maju menjadi calon presiden dan wakil presiden pada Pilpres 2024 mendatang. 

Direktur Eksekutif Indostrategic, Ahmad Khoirul Umam memprediksi pasangan yang akan bertarung dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2024 mendatang.

Menurutnya ada dua kandidat kuat yang akan bersaing menjadi presiden dan wakil presiden dalam Pilpres 2024.

Pasangan pertama yang diprediksi adalah Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto berpasangan dengan Politisi PDIP Puan Maharani. 

Lawannya kata dia adalah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang berpasangan dengan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono.

Menurut Umam kesimpulan ini lahir berawal dari akan adanya ada dua poros besar saat Pilpres 2024 nanti, yakni pro-PDIP dan non-PDIP.

"Kalau misalnya di (Pilpres) 2024 ya polanya kemungkinan besar yang muncul adalah satu kekuatan pro PDIP, kedua adalah non-PDIP. Pro-PDIP Ini bisa pak Prabowo masuk di situ," ucap Umam saat diskusi yang digelar oleh Total Politik bertema 'Mungkinkah Capres Teratas Versi Survei Berubah' di Kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (05/12/21).

Baca juga: VIDEO : Perlintasan Sebidang Jalan Raya Jombang, Ciputat Terputus Akibat KRL Anjlok

Baca juga: PSSI Dukung PS Sleman Laporkan Elwizan Aminuddin Dokter Gadungan ke Polisi

Baca juga: Shin Tae-yong Ingin Bawa Timnas Garuda Raih Juara Piala AFF 2020 dengan Kerja Keras

Menurutnya, untuk Prabowo dan Puan, pasangan ini berpotensi lantaran memang sudah memenuhi syarat untuk mengajukan Calon Presiden atau presidential thereshold. N

Namun, faktor utamanya kata dia adalah Prabowo memiliki elektabilitas tinggi.

Kendati demikian, meski dinilai punya banyak suara, dirinya menilai Prabowo belum tentu bisa menang jika hanya mengandalkan Gerindra.

Baca juga: Rayakan Hari Disabilitas Internasional, Siswa Sekolah Khusus Ikuti Workshop Melukis Tas Canvas.

Baca juga: Erupsi Gunung Semeru, BNPB Kirim Bantuan Logistik Awal Senilai 1,1 Miliar

Baca juga: Ribuan Balita dan Ratusan Ibu Hamil Terdampak Erupsi Gunung Semeru

Karena itu. ia butuh mesin politik yang kuat, yakni PDIP.

"Trend offnya apa? elektabilitas pak Prabowo tinggi, gak kuat. Masih rendah. Tetapi punya mesin politik yang lebih besar. Maka trend off potensinya bisa dilakukan dengan membentuk koalisi," ucapnya.

Selanjutnya, kata Umam, untuk pasangan Anies-AHY, Anies menjadi sosok yang memiliki elektabilitas tinggi saat ini dan didukung banyak elemen islam.

Namun, orang nomor satu di Ibu Kota itu, perlu dipasangkan dengan sosok yang bisa menjadi representasi non-PDIP seperti AHY.

Baca juga: Paul Zhang Klaim Sempat Siapkan Tim Jemput Muhammad Kece Untuk Dibawa ke Jerman Atau Maroko

Baca juga: Jozeph Paul Zhang Sebut Persidangan Muhammad Kece Cuma Retorika dan Sudah Disetting

Baca juga: Berikan Kuliah Subuh, Jenderal Dudung: Jangan Terpengaruh Penyimpangan

"Kenapa AHY? Karena dia menjadi representasi kekuatan non-PDIP. Kecuali nanti ada dinamika yang cukup intens dan kemudian komunikasi bisa berjalan, Demokrat bisa melebur dengan sel kekuatan PDIP, bisa jadi," jelasnya.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved