Jozeph Paul Zhang Klaim Sempat Siapkan Tim Jemput Muhammad Kece Untuk Dibawa ke Jerman Atau Maroko

Menurut Paul Zhang, upaya penyelamatan akan dilakukan setelah diketahui Muhammad Kece dianiaya Irjen Napoleon Bonaparte

Tribunnews.com
Tangkapan layar akun YouTube Muhammad Kece yang Dikecam MUI akibat menistakan agama islam/YouTube Muhammad Kece. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Jozeph Paul Zhang tersangka kasus penistaan agama yang belum juga bisa ditangkap Polri dan berada di luar negeri, mengklaim pihaknya sudah sempat mempersiapkan tim serta perencanaan, untuk menyelamatkan Muhammad Kece alias M Kace alias Kosman Kosasih Bin Suned, agar mengikuti jejaknya ke luar negeri.

Muhammad Kece juga adalah tersangka kasus penistaan agama. Ia berhasil dibekuk Polri serta kasusnya kini dalam proses persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Ciamis.

Menurut Paul Zhang, upaya penyelamatan akan dilakukan setelah diketahui Muhammad Kece dianiaya Irjen Napoleon Bonaparte, sesama tahanan di Rutan Mabes Polri.

Bonaparte mendekam di sana sebagai tersangka kasus Red Notice Djoko Tjandra.

"Karena memang sudah kita mau jemput, antara dua kita mau jemput, mau dipindah ke rumah sakit, terus kita mau bawa ya ke Jerman. Kita sudah siapkan sebetulnya itu, skenario kita kemarin. Nah terus pengacaranya melarang Kace ditemui oleh orang. Nah ini pilihan bodoh bener, ini kan," kata Paul Zhang dalam akun YouTubenya Jozeph Paul Zhang dan Hagios Europe serta dibooster kembali oleh akun SmartLapak dan dilihat Warta Kota, Sabtu (4/12/2021).

Paul Zhang berbincang dengan jaringan komunitas dan jemaatnya melalui aplikasi zoom dan disiarkan di akun YouTubenya tersebut.

Menurut Paul Zhang ada 3 tim yang disiapkan untuk penyelamatan Muhammad Kece dan mereka sudah melakukan beberapa kali meeting khusus untuk mensetting skenario dan cara membawa Muhammad Kece keluar negeri.

Termasuk melewati sejumlah kendala dan semuanya tanpa melanggar hukum.

Baca juga: Berikan Kuliah Subuh, Jenderal Dudung: Jangan Terpengaruh Penyimpangan

Baca juga: KSAD Pastikan Turun Tangan Jika Reuni 212 Timbulkan Kekacauan, Jenderal Dudung: Kenapa Takut?

Baca juga: Bripda Randi yang Hamili dan Diduga Sebabkan Mahasiswi Cantik Bunuh Diri Dijebloskan ke Penjara

"Ada 3 tim kita siapkan, yang mengagendakan Kace kita bawa ke luar negeri. Ini bukan tim odong-odong. Tujuannya dua, ke Jerman atau Maroko. Sudah kita setting sedemikian rupa, sampai bagaimana caranya jika nanti dicegat sama grupnya MUI, bagaimana semua, jadi sudah kita pikirkan semua. Kita sampai meeting khusus setiap hari dengan Pak Puteh dan dengan 3 tim ini ya. Meeting yang melelahkan ya, karena kita hati-hati sekali, bagaimana supaya tidak melanggar hukum," ujar Paul Zhang.

Bahkan kata Paul Zhang, dana untuk penyelamatan Muhammad Kece juga sudah disiapkan, yang berasal baik dari penyumbang dan para donatur.

"Duitnya dari mana, sumbernya sudah ada sekian. Kita siapkan, tanpa kita harus minta uang dari rekening Kace dan Saifudin. Tapi ya itu tadi, kita ditolak sama pengacaranya yang gak mau Kace diselamatkan ke luar negeri, ini bikin kita yang mau bantu dan tim jengkel semua" kata Paul Zhang.

Sehingga kata Paul Zhang, akhirnya ia mendapat informasi bahwa Muhammad Kece akan disidang di Ciamis dan bukan di Bali.

"Ini berarti Kace memang sial, dia harus intropeksi tulus atau tidak. Itu yang tahu Kace sendiri sama Tuhan ya," katanya.

Screen capture Jozeph Paul Zhang di akun YouTube nya Hagios Europe.
Screen capture Jozeph Paul Zhang di akun YouTube nya Hagios Europe. (Istimewa)

Pria bernama asli Shindy Paul Soerjomoelyono, sebelumnya mengatakan bahwa persidangan Muhammad Kece saat ini di PN Ciamis, hanyalah retorika belaka.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved