Vaksinasi Covid19

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin: Pemberian Vaksin Booster Isu Sensitif di Dunia

Ia menuturkan, bersama Indonesia Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI), pihaknya terus memantau keadaan vaksinasi Covid-19 di negara lain.

Editor: Yaspen Martinus
Warta Kota/Rizki Amana
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan, pemberian vaksin Covid-19 dosis ketiga alias booster kepada masyarakat umum, mempertimbangkan kesetaraan vaksin di dunia. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan, pemberian vaksin Covid-19 dosis ketiga alias booster kepada masyarakat umum, mempertimbangkan kesetaraan vaksin di dunia.

Ia menuturkan, bersama Indonesia Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI), pihaknya terus memantau keadaan vaksinasi Covid-19 di negara lain.

"Ini sensitif, karena di dunia masih banyak orang Afrika yang belum dapat vaksin, kenapa negara maju dikasih booster?" Kata Budi dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR, Senin (8/11/2021).

Baca juga: DPR Setuju Jenderal Andika Perkasa Jadi Panglima TNI Gantikan Marsekal Hadi Tjahjanto

Ia mengatakan, isu ketidakadilan vaksinasi Covid-19 di dunia sangat sensitif.

Sebab, sejumlah negara masih ada yang belum mendapatkan suntikan vaksin dosis pertama.

Untuk itulah, salah satu kesepakatan vaksinasi booster adalah 50 persen populasi penduduk di suatu negara harus sudah menerima suntikan dosis kedua atau vaksin lengkap.

Baca juga: Mahfud MD Perintahkan Satgas Sita Aset Obligor dan Debitur BLBI yang Ogah Bayar Utang dan Mangkir

"Semua negara yang memulai booster itu dilakukan sesudah 50 persen dari penduduknya disuntik dua kali," imbuh mantan dirut Bank Mandiri ini.

Di Indonesia, ujar Budi, 50 persen vaksin dosis lengkap diperkirakan terealisasi pada Desember 2021.

"Hitung-hitungan kami di akhir Desember itu mungkin 59 persen kita bisa capai vaksin dua kali, dan 80 persen sudah dapat vaksin pertama."

Baca juga: Pelantikan Andika Perkasa Jadi Panglima TNI Tunggu Keppres

"Kita memperkirakan akan terjadi di Bulan Desember."

"Karena kalau kita terlalu cepat, nanti kita akan dilihat sebagai negara yang yang tidak memperlihatkan iktikad baik untuk kesamaan hak atas vaksin," sambung Budi.

Terkait prioritas penerima vaksin booster, Budi menyebut kelompok lanjut usia serta masyarakat penerima bantuan iuran (PBI) BPJS Kesehatan akan menerima vaksin booster.

Baca juga: Megawati: Polisi Harus Punya Semangat Juang, Bukan Hanya karena Ingin Naik Pangkat

Sementara bagi masyarakat yang ber penghasilannya cukup, direncanakan berbayar.

"Memang rencana ke depannya sudah dibicarakan dengan Bapak Presiden Joko Widodo."

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved