Breaking News:

Info BPJS Kesehatan

Aplikasi eDABU KP Desa Permudah Urusan Administrasi Kepesertaan Perangkat Desa

Aplikasi eDabu KP Desa ini merupakan inovasi dari Aplikasi eDabu yang digunakan badan usaha swasta untuk urusan administrasi kepesertaan pegawainya.

Editor: Ichwan Chasani
Dok. BPJS Kesehatan
Farhan Ferdiansyah, Kepala Bidang Perluasan, Pengawasan, dan Pemeriksaan Peserta BPJS Kesehatan Cabang Tigaraksa dalam Kegiatan sosialisasi implementasi Pendaftaran KP Desa melalui Pemerintahan Desa dengan Aplikasi eDabu KP Desa secara virtual, baru-baru ini. 

WARTAKOTALIVE.COM, TIGARAKSA  —  Sejak peraturan perundang-undangan mengamanatkan kepala desa dan perangkat desa termasuk kategori sebagai Pekerja Penerima Upah (PPU) dalam kepesertaan Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) pada tahun 2018, kementerian terkait pun mulai menggodok peraturan pelaksananya.

Kemudian, terbentuklah Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 119 Tahun 2019 tentang Pemotongan, Penyetoran, dan Pembayaran Iuran Jaminan Kesehatan bagi Kepala Desa dan Perangkat Desa yang diundangkan pada tanggal 31 Desember 2021.

“Dalam Permendagri tersebut diatur bahwa kepala desa menunjuk sekretaris desa atau salah satu kepala urusan sebagai penanggung jawab administrasi kepesertaan Jaminan Kesehatan. Kami menyebutnya dengan istilah PIC Desa. Mereka bertugas mengisi dan menyampaikan formulir data kepesertaan Jaminan Kesehatan kepada Perangkat Daerah melalui kepala desa,” ungkap Kepala Bidang Perluasan, Pengawasan, dan Pemeriksaan Peserta BPJS Kesehatan Cabang Tigaraksa Farhan Ferdiansyah dalam kegiatan Sosialisasi Implementasi Pendaftaran KP Desa Melalui Pemerintahan Desa dengan Aplikasi eDabu KP Desa secara virtual, baru-baru ini.

Farhan menjelaskan untuk mendukung tugas PIC Desa tersebut, BPJS Kesehatan telah mengembangkan aplikasi yang bernama eDabu KP Desa.

Aplikasi eDabu KP Desa ini merupakan inovasi dari Aplikasi eDabu yang digunakan oleh badan usaha swasta untuk urusan administrasi kepesertaan pegawainya.

Aplikasi eDabu KP Desa digunakan untuk mengelola data kepesertaan peserta dan anggota keluarga yang telah atau akan terdaftar sebagai peserta JKN-KIS segmen Kepala Desa dan Perangkat Desa (KP Desa).

Aplikasi eDabu KP Desa merupakan alat bantu untuk mempermudah proses mutasi tambah atau kurang peserta KP Desa. Prinsip kerja aplikasi berbasis web ini adalah self-assessment, artinya PIC Desa mengakses data kepala desa dan perangkat desa beserta keluarganya yang menjadi peserta JKN-KIS pada periode tertentu yang telah ditetapkan.

"Melalui Aplikasi eDabu KP Desa ini, nantinya PIC Desa akan diberi akses untuk melihat tagihan iuran KP Desa, melakukan penambahan peserta dan anggota keluargannya, pencetakan kartu e-ID/KIS Digital, dan mutasi nonaktif peserta. Harapannya dengan adanya aplikasi ini, bisa mempermudah para PIC Desa untuk pengelolaan kepesertaan JKN-KIS bagi seluruh perangkat desa," tambah Farhan.

Pada kesempatan tersebut, PIC Desa Gandaria, Kecamatan Mekar Baru, Kabupaten Tangerang Afrizal mengatakan Aplikasi eDabu KP Desa ini sangat membantu sekali mengingat banyaknya jumlah perangkat desa. Dengan kehadiran aplikasi ini ia dapat mengetahui perangkat desa mana yang belum terdaftar sebagai peserta JKN-KIS. Selain itu, ia juga jadi mengetahui bagaimana status kepesertaan anggota keluarga dari perangkat desa sehingga apabila yang bersangkutan belum menjadi peserta JKN-KIS dapat langsung ditindaklanjuti.

“Program JKN-KIS ini adalah program yang sangat ingin dimiliki, namun tidak ingin digunakan. Dalam artian, semua orang butuh jaminan kesehatan, namun harapanya selalu sehat sehingga tidak perlu memanfaatkannya. Oleh karena itu, menjadi peserta JKN-KIS ini untuk jaga-jaga jika suatu hari sakit, kita sudah memiliki persiapan untuk membiayai pelayanan kesehatan,” cetusnya.

Sampai dengan 1 September 2021, jumlah kepala desa dan perangkat desa yang tedaftar dalam segmen KP Desa sebanyak 2099 orang. Untuk menunjang pelayanan kesehatan peserta JKN-KIS di Kabupaten Tangerang, BPJS Kesehatan Cabang Tigaraksa sudah bekerja sama dengan 186 fasilitas kesehatan tingkat pertama yang tediri dari 44 Puskesmas, 138 klinik pratama, 1 klinik Polri, 2 dokter praktik perorangan, dan 1 dokter gigi perorangan. Selain itu, BPJS Kesehatan Cabang Tigaraksa juga bekerja sama dengan 22 rumah sakit dan 4 optik untuk pelayanan kesehatan tingkat lanjut.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved