Terungkap Dalam Persidangan,Artis TA Jalani Prostitusi Online Sejak 2017 Lalu dengan Tarif Rp70 Juta

Artis TA ditangkap oleh aparat Polda Jawa Barat pada 17 Desember 2020 silam, di sebuah hotel di Bandung atas kasus prostitusi online.

Editor: Mohamad Yusuf
Istimewa
(ILUSTRASI) Artis TA yang terlibat prostitusi online terungkap menjajakan dirinya dengan tarif Rp70 juta. Artis TA menjalani prostitusi online sejak 2017 lalu. Hal itu terungkap saat artis TA menjalani persidangan.  

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Artis TA yang terlibat prostitusi online terungkap menjajakan dirinya dengan tarif Rp70 juta.

Artis TA menjalani prostitusi online sejak 2017 lalu.

Hal itu terungkap saat artis TA menjalani persidangan. 

Artis TA ditangkap oleh aparat Polda Jawa Barat pada 17 Desember 2020 silam, di sebuah hotel di Bandung.

Baca juga: Mengintip Perkiraan Gaji Wakil Komisaris BRI, Posisi yang Ditinggalkan Rektor UI Ari Kuncoro

Baca juga: Ketika Oknum Satpol PP, Dishub hingga BPBD Kompak Pungli ke Sopir Truk Modus Surat Vaksin Covid-19

PILU, Suami Istri Ini Terpaksa Jual Panci hingga Rice Cooker untuk Beli Beras Akibat Terdampak PPKM

Kasus ini telah disidangkan oleh Pengadilan Negeri Bandung dimana 4 terdakwa yakni AH (41), RJ (44), MRP (34) dan VDMP (28) telah divonis pada 29 April 2021 lalu.

Dari dokumen persidangan, terungkap awal mula artis TA masuk dalam dunia prostitusi online

Dikutip Tribunnews.com dari putusan Pengadilan Negeri Bandung No 310/Pid.Sus/2021/PN Bdg, Sabtu (24/7/2021), artis TA mengungkap kesaksian awal mula dirinya terlibat prostitusi online

Berdasar kesaksian TA yang tertulis dalam putusan itu, TA mengaku menjual diri karena ditawarkan oleh temannya, Christian.

TA mengaku tidak pernah menawarkan diri secara langsung untuk mendapatkan orderan.

Adapun TA mengaku terjun ke prostitsi online sejak tahun 2017.

Selama tahun 2017, ia menerima 7 orderan.

Kemudian sepanjang 2018-2019, TA mengaku tidak menerima orderan karena ia memiliki pacar.

Sementara pada tahun 2020, ia menerima orderan sebanyak 5 kali hingga akhirnya tertangkap pada 17 Desember 2020. 

"Awal tahun 2020 sekira bulan Februari hingg saat ini saksi menerima 5 orderan," demikian tertulis dalam putusan hakim. 

Baca juga: CATAT! Terbitkan Aturan PPKM Level 4, Anies: Pasar Buka hingga Pukul 13.00, Swalayan Sampai 20.00

Baca juga: HATI-HATI! Penggunaan Narkoba di Tengah Pandemi Meningkat 45.227 Kasus, Pengedar Manfaatkan Situasi

Baca juga: Hasil Tes PCR Tetap Positif Setelah 2 Minggu, Perlukah Tes Ulang? Berikut Penjelasan dari WHO

Patok Tarif hingga Rp70 Juta

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved