Berita Jakarta

Bangunan Rumah Langgar IMB di Menteng Jakarta Pusat Disegel Petugas

Satu bangunan rumah tinggal di Jalan Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, disegel petugas karena melanggar Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Warta Kota/Joko Supriyanto
Bangunan rumah di Menteng Jakarta Pusat dipasang spanduk segel karena melanggar izin mendirikan bangunan (IMB).  

WARTAKOTALIVE.COM, MENTENG - Satu bangunan rumah tinggal di Jalan Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, disegel petugas karena melanggar Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Penyegelan dilakukan Sabtu (12/6/2021) terhadap bangunan rumah dalam sub zona R.5 (rumah besar/mewah) di Jalan Lembang No 7, Menteng.

Berdasarkan Pantauan wartakotalive.com, bangunan rumah itu tampak ditutup seng di area depan bangunan.

Tampak depan, bangunan rumah itu terdiri atas dua dua lantai yang masih dalam proses pembangunan, beberapa tiang pancang masih terlihat.

Baca juga: Bukan Hanya Tanpa IMB, Kepala UPPTSP Jaksel Beberkan Sejumlah Pelanggaran Gedung Tinggi di Fatmawati

Baca juga: Tabrak Aturan, IMB Gedung Lima Lantai Bakal Hotel di Fatmawati Dipastikan Tak Akan Terbit

Di area depan, terdapat dua spanduk merah bertuliskan 'bangunan disegel'.

Serta tulisan pelanggaran yaitu pelanggaran Perda nomor 1 tahun 2004, Perda nomor 7 tahun 2010 dan Pergub 128 tahun 2012.

Wali Kota Jakarta Pusat, Dhany Sukma mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan Sudin Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan (CKTRP) Jakarta Pusat ada pelanggaran atas pembuatan basement di area bangunan itu.

"Jadi kami temukan pelanggaran tepatnya, pada area basement. Sehingga, kami memutuskan untuk menyegel," kata Dhany Sukma, Minggu (13/6/2021).

Dhany mengatakan, Izin Mendirikan Bangunan (IMB) terhadap pelaksanaan kegiatan bangunan rumah tinggal itu telah diterbitkan pada 23 Oktober 2018.

IMB yang dikeluarkan untuk penggunaan bangunan sebagai rumah tinggal 2 lantai plus 1 basement.

Baca juga: Gedung Sudah Menjulang Tinggi, Kepala UPPTSP Jaksel Ungkap Bakal Hotel di Fatmawati Tak Miliki IMB

Baca juga: Tak Hanya Langgar Garis Sepadan Bangunan, Gedung Bakal Hotel di Fatmawati Diakui Tak Miliki IMB

Namun, pelaksanaan kegiatan bangunan tersebut tidak sesuai izin yang diterbitkan pada 2018 silam. Salah satunya yaitu mengenai pembuatan basement.

"Penambahan luas basement seluas 324,75 meter persegi, di mana sesuai izin yang ada, luas basement adalah 198 meter persegi," katanya.

Area basement menyalahi aturan tersebut harus diuruk dan disesuaikan dengan perizinan yang ada.

Dia juga meminta pemilik bangunan segera melakukan pengurukan secara permanen terhadap luasan area basement yang dianggap melanggar IMB

"Selanjutnya atas temuan ini, akan diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku," ujarnya.

Baca juga: Sengaja Langgar IMB, Gedung Lima Lantai di Fatmawati Dibongkar Paksa Satpol PP Jakarta Selatan

Baca juga: Dibangun di Atas Lahan Pemprov DKI, Masyarakat Minta Anies Tinjau Bangunan Tanpa IMB di Penjaringan

Kasie Penindakan Sudin CKTRP, Syahruddin mengatakan, pihaknya memberikan waktu kepada pemilik bangunan untuk melakukan pembenahan dengan menguruk lahan yang melebihi izin itu.

"Jadi kita berikan waktu selama dua minggu untuk pemilik penguruk area yang dilanggar."

"Sebab ternyata ada 324 meter persegi yang ada di basement tidak mendapatkan izin, baru nanti setelah itu kami akan evaluasi kembali," Syahruddin. 

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved