Rabu, 3 Juni 2026

Pembelajaran Tatap Muka

Daniel Girang Bisa Ikuti PTM dan Bertemu Teman di SDN 03 Duri Kepa

Daniel Prasetyo, murid kelas V SDN 03 Duri Kepa, Jakarta Barat, tak bisa menutupi suka citanya karena bisa berjumpa sahabat di sekolah, saat PTM.

Tayang:
Penulis: Desy Selviany | Editor: Valentino Verry
Warta Kota/Desy Selviany
Siswa Kelas V SD Negeri 03 Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat Daniel Prasetyo dapat belajar kembali di sekolah selama pandemi Covid-19 Rabu (9/6/2021). 

Total ada 14 tempat cuci tangan di SD Negeri 03 Duri Kepa.

Seperti diketahui, Pemprov DKI Jakarta kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah pada Rabu (9/6/2021) sampai Sabtu (26/6/2021) mendatang.

Baca juga: Jokowi Usul PTM Diikuti 25 Persen Pelajar, DKI: Kalau Memang Baik Kenapa Tidak

Kali ini, sebanyak 226 sekolah mengikuti pembelajaran campuran (blended learning), yaitu 50 persen PTM dan 50 persen lagi belajar dari rumah melalui online.

Kepala Sub Bagian Humas Kerja Sama Antar Lembaga pada Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taga Radja mengatakan, jumlah satuan pendidikan yang mengikuti PTM kali ini lebih banyak dibanding pelaksanaan sebelumnya pada 7-29 April lalu. Saat itu jumlah sekolah yang menjadi percontohan (piloting) PTM mencapai 83 satuan pendidikan.

Lantaran memiliki pengalaman, 83 sekolah itu kembali melaksanakan PTM kali ini. Jumlah itu ditambah dengan 143 sekolah yang telah melewati asesmen atau penilaian dari Kelompok Kerja (Pokja) PTM beberapa hari lalu, sehingga totalnya menjadi 226 sekolah.

“Otomatis (83 sekolah) ikut semua di luar 143 sekolah. Jadi total ada 226 sekolah ya,” kata Taga pada Selasa (8/6/2021) malam.

Taga menjelaskan, sebelumnya Pokja PTM telah melakukan pelatihan di 308 sekolah. Hasilnya, 143 sekolah dinyatakan lolos untuk mengikuti metode pembelajaran campuran, sementara sisanya secara penuh tetap belajar melalui online.

Sebanyak 226 sekolah yang lolos akan mengikuti pembelajaran campuran selama tiga hari setiap pekan. Untuk durasi kegiatannya juga dibatasi maksimal 4 jam.

“Metodenya masih menggunakan piloting yang kayak kemarin, jadi 50 persen belajar di sekolah dan 50 persen belajar di rumah. Untuk pelaksanaannya hari Senin, Rabu dan Jumat serta hanya 3-4 jam,” ungkapnya.

Menurutnya, PTM kembali digelar karena belajar dari pengalaman piloting sebelumnya. Berdasarkan hasil evaluasi, Disdik dan Dinkes DKI tak menemukan penyebaran Covid-19 dalam kegiatan piloting PTM di 83 sekolah.

Baca juga: Persiapan PTM, 32 Santri di Harjasari Bogor Selatan Positif Covid-19, Bima Arya Keluarkan Maklumat

Di sisi lain, banyak pelajar yang merasa rindu kembali berakvitas di sekolah bersama guru dan teman-temannya. “Kemudian kami menjalin koordinasi antar stakeholder dan semua guru juga dipastikan sudah divaksin dosis satu dan dua. Jadi, itu evaluasi kemarin dari kami,” ucapnya.

Apabila pelaksanaan PTM ini berhasil, kata dia, pemerintah akan kembali menggelar hal serupa pada 15 Juli mendatang. Namanya tak lagi uji coba PTM, tapi pembelajaran masa kenormalan baru.

“Secara filososofis sebenarnya untuk saat ini sama (piloting dengan uji coba) karena prosesnya sama. Cuma mungkin ini kan kami koordinasi bukan hanya dengan Pendidikan, tapi juga dengan sekolah, pelatihan pendidikan merdeka belajar, dan pelatihan intervensi siap belajar,” katanya.

Seperti diketahui, pelaksanaan uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) di Jakarta yang sedianya digelar pada Senin (7/6/2021), terpaksa diundur selama dua hari. Dinas Pendidikan DKI Jakarta memutuskan, pelaksanaan PTM bakal dilaksanakan pada Rabu (9/6/2021).

Kepala Sub Bagian Humas Kerja Sama Antar Lembaga pada Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taga Radja mengaku, baru mendapat informasi dari Ketua Kelompok Kerja (Pokja) asesmen pelaksanaan PTM terhadap 308 sekolah. Berdasarkan analisis dan telaah yang dilakukan Pokja, pelaksanaan PTM tahap kedua hendaknya diundur menjadi Rabu (9/6/2021).

Sumber: WartaKota
Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved