Pembelajaran Tatap Muka
Daniel Girang Bisa Ikuti PTM dan Bertemu Teman di SDN 03 Duri Kepa
Daniel Prasetyo, murid kelas V SDN 03 Duri Kepa, Jakarta Barat, tak bisa menutupi suka citanya karena bisa berjumpa sahabat di sekolah, saat PTM.
Penulis: Desy Selviany | Editor: Valentino Verry
Sri mengatakan, bahwa di PTM tahap dua ini ada dua kelas yang masuk yakni kelas IV dan kelas V.
Sementara kelas VI sudah selesai ujian dan menunggu hasil dari ujian.
Sedangkan kelas I, II, dan III dirasa belum cocok mengikuti PTM karena masih terlalu dini untuk diawasi protokol kesehatan.
Hal itu juga kata Sri, sudah sesuai dengan imbauan Dinas Pendidikan DKI Jakarta.
"Jadi masuk PTM itu Senin, Rabu, dan Jumat. Dimana kelas IV dan kelas V masuk secara bergiliran," tuturnya.
Sementara itu Selasa dan Kamis sekolah ditutup untuk sterilisasi dengan cairan disinfektan.
Sri berharap PTM tahap II kali ini dapat menjadi evaluasi untuk pembelajaran tatap muka di tengah pandemi Covid-19.
Terlebih kata Sri, selama belajar daring, mayoritas siswa di sekolah tersebut kesulitan karena keterbatasan gadget.
Bahkan kata Sri, tidak jarang ada beberapa siswa yang tidak bisa ikut materi zoom karena gadget dibawa orang tua bekerja.
Baca juga: Wakil Ketua DPRD DKI Zita Anjani Dukung PTM karena Belajar Online Bikin Anak Jenuh di Rumah
"Kalau sudah begitu biasanya kami beri kompensasi asalkan sebelumnya sudah koordinasi dengan kami," terang Sri.
Oleh karena itu, ia berharap, PTM kedepannya bisa diperluas agar lebih banyak lagi siswa yang dapat belajar tatap muka.
Terlebih apabila para siswa sudah terbiasa dengan belajar tatap muka di tahap kedua PTM.
Pantauan Warta Kota, meskipun sudah gelar PTM, SD Negeri 03 Duri Kepa tampak lengang dan sepi.
Hanya dua kelas yang melaksanakan pembelajaran.
Sejumlah tempat cuci tangan juga sudah disediakan di sepanjang koridor tepatnya di depan kelas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/daniel-girang.jpg)