Berita Bekasi

Imbas Kerumunan saat Cuci Gudang Jakcloth Galaxy, Polisi Panggil Pengelola Gerai

Imam menyayangkan sikap pengelola Jakcloth yang tak memberitahukan polisi untuk paling tidak meminta izin mengenai keramaian.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Feryanto Hadi
Warta Kota/Rangga Baskoro
Polisi membubarkan kerumunan saat cuci gudang di Jakcloth Galaxy, Bekasi Selatan, Jumat (28/5/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, Bekasi Selatan -- Kapolsek Bekasi Selatan, Kompol Imam Syafi'i menyatakan telah memanggil pengelola gerai Jakcloth Galaxy guna dimintai keterangannya terkait kerumunan masyarakat saat cuci gudang pada Jumat (28/5/2021) siang tadi.

Kerumunan pada jam siang tersebut menyebabkan pihaknya terpaksa membubarkan kerumunan lantaran protokol kesehatan diabaikan.

"Manajemennya kita panggil ke polsek untuk dimintai keterangan," ucap Imam saat dikonfirmasi.

Imam menyayangkan sikap pengelola Jakcloth yang tak memberitahukan polisi untuk paling tidak meminta izin mengenai keramaian.

Baca juga: Picu Kerumunan, Polsek Bekasi Selatan Tutup Event Cuci Gudang Jakcloth Galaxy

"Ya karena menimbulkan begitu banyak orang, kemudian tidak ada koordinasi dengan kita. Enggak ada pemberitahuan, enggak ada izin juga. Kita mintain keterangan ke polsek apakah sudah menyampaikan surat izin pemberitahuan dan sebagainya, waktu kita tanyakan sih belum ada," katanya.

Terlebih lagi, pengelola dinilainya gagal mengantisipasi keramaian yang diperkirakan dipenuhi oleh lebih 500 orang pada jam 2 siang tadi.

"Pihak manajemen dari Jackloth juga sama sekali tidak mengantisipasi kalau masyarakat bakal membludak," tutur Imam.

Baca juga: Pimpinan DPRD DKI sebut Penilaian E dari Kemenkes Dapat Lukai Perasaan Nakes

Baca juga: Luruskan Pernyataan Wamenkes, Budi Gunadi Minta Maaf soal Penilaian Buruk terhadap Pemprov DKI

Saat pembubaran, polisi bekerjasama dengan pihak kemanan setempat. Setelah itu, petugas memasang garis polisi agar tak terjadi kerumunan di kemudian hari.

"Kita jaga sama polisi sama penjaga keamanan di sana tadi, karena begitu kita bubarkan yang jumlahnya ratusan orang tadi tanpa protokol kesehatan. Kami pasang police line, sekarang masih kami dalami," ungkapnya. 

Dibubarkan

Diberitakan sebelumnya, jajaran Polsek Bekasi Selatan membubarkan kerumunan massa di depan gerai Jakcloth Galaxy, Jalan Galaxy Raya, Jakasetia, Bekasi Selatan, Jumat (28/5/2021) siang tadi.

Kapolsek Bekasi Selatan Kompol Imam Syafi'i mengatakan masyarakat yang berkerumun memenuhi gerai setelah ibadah Sholat Jumat.

"Iya tadi abis Jumatan kita tahu tiba-tiba kerumunan banyak banget orang, terus kesiapan tersebut tidak ada pemberitahuan ke kepolisian, tidak mengurus izin dan sebagainya," kata Imam saat dikonfirmasi.

Baca juga: Warga Keluhkan Kehadiran Pengunjung Eksklusif di Ragunan, Bebas Masuk Kandang & Kasih Makan Jerapah

Baca juga: Tak Hanya Langgar Garis Sepadan Bangunan, Gedung Bakal Hotel di Fatmawati Diakui Tak Miliki IMB

Informasi mengenai pengumuman ditutupnya gerai Jakcloth tersebar melalui media sosial. Masyarakat yang tertarik akan adanya cuci gudang yang menawaran diskon sampai 90 persen kemudian berbondong-bondong mendatangi gerai.

"Itu kan sudah disebar lewat broadcast medsos kan gitu bahwa Jackcloth cuci gudang karena mau tutup. Jadi tanggal 28 ini sampai dengan tanggal 15  Juni itu diskon sampai 90 persen. Akhirnya kan berbondong-bondong datang, waduh bahaya ini. Enggak ada komunikasi ke kita, koordinasi juga enggak ada," ucapnya.

Baca juga: Berdiri Menjulang, Gedung Tanpa IMB di Fatmawati Rupanya Bakal Jadi Hotel Bintang 3

Baca juga: Sengaja Langgar IMB, Gedung Lima Lantai di Fatmawati Dibongkar Paksa Satpol PP Jakarta Selatan

Saat didatangi polisi, kerumunan masyarakat tak terhindarkan. Banyaknya orang yang berkumpul menyebabkan protokol kesehatan dilanggar masyarakat.

"Kita lihat pas tadi anggota kami patroli menemukan lebih dari 500 orang berkerumun di situ tanpa protokol kesehatan," kata Imam.

Oleh sebab itu, pihaknya menutup paksa gerai dan memberi garis polisi agar tak terjadi kerumunan. (abs)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved