Minggu, 12 April 2026

Berita Jakarta

Pimpinan DPRD DKI sebut Penilaian E dari Kemenkes Dapat Lukai Perasaan Nakes

Kemenkes RI memberikan nilai E atau yang terburuk kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terkait kualitas pengendalian pandemi Covid-19

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Feryanto Hadi
kompas.com
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Zita Anjani 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Pimpinan DPRD DKI Jakarta menyebut, pernyataan Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono soal penilaian E terhadap pengendalian Covid-19 di Jakarta, pada Kamis (27/5/2021) lalu dapat melukai perasaaan tenaga kesehatan.

Adapun tenaga kesehatan telah berjuang menangani pandemi dengan mengorbankan diri sendiri maupun waktunya bersama keluarga.

“Saya pikir memberi penilaian sah-sah saja, tapi harus jelas tolok ukurnya, objektif, by data. Di Jakarta, kita tidak bisa hanya menilai dari angka penularannya, harus nilai dari segala sisi,” kata Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PAN Zita Anjani pada Jumat (28/5/2021).

Baca juga: Luruskan Pernyataan Wamenkes, Budi Gunadi Minta Maaf soal Penilaian Buruk terhadap Pemprov DKI

Baca juga: Bantu India Tanggulangi Pandemi Covid-19, Indonesia Kirim Lagi 2.000 Tabung Gas Oksigen

“Sekalipun penularannya meningkat, tapi tidak bisa dikatakan nilai E, itu melukai banyak perasaan tenaga kesehatan di Ibu Kota. Sama saja mengabaikan pengorbanan 18 tenaga kesehatan yang telah gugur melawan pandemi,” lanjut putri dari Ketum PAN Zulkifli Hasan ini.

Zita berharap, Wamenkes bisa mengevaluasi apa yang telah diucap. Kata dia, masyarakat tidak butuh penilaian tapi, Pemerintah Pusat harusnya mendorong, mengayomi, dan memberi semangat kepada tenaga kesehatan yang ada di daerah.

“Sejauh ini, Dinkes DKI sudah kerja maksimal, kerja di atas rata-rata. Hasilnya jelas, data per 27 Mei angka sembuhnya 95,7 persen, meninggalnya 1,7 persen. Ini lebih baik dari yang lain,” jelasnya.

Seperti diketahui, Kemenkes RI memberikan nilai E atau yang terburuk kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terkait kualitas pengendalian pandemi Covid-19 selama pekan epidemiologi ke-20, yakni 16-22 Mei 2021.

Baca juga: Sempat Berikan Nilai Buruk, Kemenkes Kini Puji Pemprov DKI soal Penanganan Covid-19

Baca juga: Telanjur Dibully di Medsos, Anies Maafkan Menkes soal Penilaian E DKI terhadap Pengendalian Covid-19

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menyebutkan, penilaian kualitas pengendalian pandemi itu berdasarkan tingkat laju penularan dan kapasitas respons layanan kesehatan di setiap daerah.

“Ada beberapa daerah yang masuk ke kategori D, ada yang masuk kategori E seperti Jakarta, tetapi ada juga yang masih di C artinya tidak terlalu bed occupation rate dan pengendalian provinsinya masih baik," kata Dante, Kamis (27/5/2021), dikutip Antara.

Dante menyampaikan itu saat memberi keterangan dalam rapat kerja di Komisi IX DPR RI yang disiarkan secara virtual. Berdasarkan data yang dimilikinya, Dante menerangkan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menunjukkan kapasitas respons yang paling buruk jika dibandingkan dengan daerah lain.

"Atas rekomendasi tersebut, masih banyak yang dalam kondisi terkendali, kecuali DKI Jakarta ini kapasitasnya E, karena di DKI Jakarta bed occupation rate (keterisian)-nya sudah mulai meningkat dan kasus tracing-nya juga tidak terlalu baik," ujar dia.

Pernyataan Dante itu sempat membuat kegaduhan, hingga akhirnya Menkes RI Budi Gunadi Sadikin meralat pernyataan anak buahnya. Budi bahkan meminta maaf atas penilaiannya itu kepada Pemprov DKI.

Budi menyebut, penilaian risiko berdasarkan indikator pengendalian Covid-19 seharusnya tidak menjadi ukuran kinerja provinsi seperti DKI Jakarta yanng memiliki angka testing dan vaksinasi tinggi.

“Saya menyampaikan permohonan maaf dari saya pribadi dan sebagai Menteri Kesehatan atas kesimpangsiuran berita yang tidak seharusnya terjadi,” kata Budi saat jumpa pers yang dikutip di akun YouTube Kementerian Kesehatan RI pada Jumat (28/5/2021).

Budi mengatakan, data-data yang disampaikan Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono pada Kamis (27/5/2021) lalu merupakan data analisis internal.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved