Senin, 27 April 2026

Berita Jakarta

Pimpinan DPRD DKI sebut Penilaian E dari Kemenkes Dapat Lukai Perasaan Nakes

Kemenkes RI memberikan nilai E atau yang terburuk kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terkait kualitas pengendalian pandemi Covid-19

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Feryanto Hadi
kompas.com
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Zita Anjani 

Tujuannya sebagai persiapan daerah dalam menghadapi lonjakan kasus usai libur lebaran Idul Fitri 1442 H pada 13 Mei 2021 lalu.

“Data-data dan angka merupakan indikator risiko pedoman WHO terbaru yang digunakan sebagai analisa internal di Kementerian Kesehatan untuk melihat persiapan kita menghadapi lonjakan kasus sesudah liburan lebaran kemarin,” jelas Budi. 

Anies apresiasi permintaan maaf Menkes

Pernyataan yang dikeluargan Wakil Menteri Kesehatan yang meneyebut Pemprov DKI mendapatkan nilai paling buruk atau E dalam pengendalian Covid-19 selama pekan epidemiologi ke-20, yakni 16-22 Mei 2021 membuat Pemprov DKI khususnya Anies Baswedan menjadi bahan cercaan di media sosial.

Para hatter Anies dengan cepat menyebarkan informasi tersebut berikut dengan narasi-narasi yang menganggap Anies Baswedan tak becus menangani virus corona.

Namun, ternyata informasi yang disampaikan itu keliru.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, mengapresiasi klarifikasi dan permintaan maaf Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin terkait penilaian E terhadap pengendalian Covid-19 di Jakarta.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini mengaku, pihaknya selalu terbuka untuk berdiskusi dan bekerja sama dalam mengkaji indikator risiko yang merupakan standar baru dari WHO.

Adapun indikator ini bertujuan melihat laju penularan pandemi dan respons daerah pada penanggulangan wabah Covid-19. Dalam klarifikasi tersebut, Budi juga menyebut, DKI Jakarta adalah salah satu wilayah terbaik dalam penanganan pandemi Covid-19.

Baca juga: Dapat Nilai E Dalam Pengendalian Covid-19 Ketua Fraksi PSI DPRD DKI: Peringatan Keras Bagi Pemprov

Baca juga: Ferdinand Hutahaean Polisikan Dom Adam, Diduga terkait Penyebaran Foto Setengah Telanjang

Melalui keterangan resminya, Anies menekankan, Pemprov DKI Jakarta selalu mengutamakan keselamatan warga dalam penanganan pandemi ini.

Penanganan pandemi sejatinya harus berdasarkan fakta, transparan dan bekerja keras dalam jangka panjang.

"Penilaian dengan skema seperti yang sempat dikeluarkan oleh Wamenkes itu justru berisiko mengganggu kerja serius penanganan pandemi. Untuk itu, kami mengapresiasi klarifikasi Pak Menkes. Pak Menkes paham betul dan sudah terbiasa kerja berbasis sains dan bukti lapangan,” kata Anies pada Jumat (28/5/2021).

"Kami merasakan sekali, sejak Pak Menkes menjabat Desember 2020 lalu, kerja bersama kita jadi amat baik. Beliau cerdas, bijak, open minded, cepat sekali bekerjanya, dan selalu mengutamakan kolaborasi,” tambah Anies.

Baca juga: Suasana Haru Para Karyawan Giant Graha Raya Tangerang Jelang Tempat Kerja Mereka Ditutup Permanen

Dengan adanya klarifikasi tersebut, lanjut Anies, dapat memupus keraguan ribuan petugas dan tenaga kesehatan di DKI Jakarta yang sudah bekerja sangat keras selama ini.

Harapannya mereka tidak merasa melakukan hal yang salah, dan dapat menjadi pemantik semangat kembali dalam upaya menyelamatkan warga dari wabah.

Sumber: WartaKota
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved